Isnin, 23 Ogos 2010

Bekas Menteri terlibat dengan RM25Juta pengubahan wang haram?


Ini adalah kisah seorang Menteri dizaman Pak Lah, didedahkan oleh seorang usahawan yang telah dijanjikan RM300,000 untuk merahsiakan pengubahan wang secara haram oleh Menteri kerjaraya ketika itu.

Oleh kerana janji tidak ditepati usahawan tersebut Mohamad Tahir Fazal Mohd memutuskan untuk membuka rahsia.

Usahawan tersebut mendakwa, Mohd Zin yang telah dilantik kedalam kabinet semasa Pak Lah menjadi Perdana Menteri telah melakukan pengubahan wang secara haram melalui seorang ejen di Bangladesh melibatkan sejumlah RM25 Juta.

Tahir, yang merupakan salah seorang rakan kongsi perniagaan dengan bekas menteri itu, berkata kepada wartawan bahawa beliau telah mengemukakan laporan tentang hal ini dengan Badan Pencegah Rasuah (sekarang dikenali sebagai Suruhanjaya Pencegah Rasuah Malaysia) pada tahun 2004.

Namun, ia mendakwa bahawa BPR tidak bertindak kerana Mohd Zin, yang merupakan ahli parlimen Sepang, mempunyai hubungan yang rapat dengan Abdullah.

"Para pegawai BPR berkata kepada saya bahawa mereka perlu untuk mendapatkan lampu hijau dari Pak Lah (Abdullah) terlebih dahulu sebelum memulakan penyelidikan," katanya.

Seterusnya bacalah dibawah..

Bahagianya mereka ya.. rapat dengan Perdana Menteri saja SPRM sudah takut untuk bertindak..

Itu baru yang rapat dengan Perdana Menteri.. kalau Perdana Menteri pula?


'Ex-minister laundered tens of millions'

Mon, 23 Aug 2010 17:52

By Rahmah Ghazali

KAPAR: He was allegedly offered RM300,000 to keep his mouth shut about a money laundering scandal, in which former works minister Mohd Zin Mohamed has been implicated.

But when the promise was not kept, businessman Mohamad Tahir Fazal Mohd decided to spill the beans.

According to him, Mohd Zin, who was appointed to the cabinet during former Abdullah Ahmad Badawi's tenure, was allegedly involved in money laundering from a general sales agent in Bangladesh, amounting to RM25 million.

Tahir, who was one of the former minister's business partners, told reporters that he had filed a report about this with the Anti-Corruption Agency (now known as the Malaysian Anti-Corruption Commission) in 2004.

However, he claimed that the ACA did not act because Mohd Zin, who is the MP for Sepang, shared a close rapport with Abdullah.

“The ACA officers told me that they need to get the green light from Pak Lah (Abdullah) first before initiating an investigation,” he said.

'I have the evidence'

As to why he had waited six years to come out in the open, Tahir said he now had all the evidence.

Tahir said the former minister was first involved in illegal money transfer using his position as chairman of Silkways Cargo Services Limited, a Malaysia Airlines representative for ticketing and cargo in Bangladesh.

He added that the minister was not entitled to the money because he was never registered as a chairman or shareholder for the company, as required by Bangladesh's Registrar of Joint Stock Companies.

Tahir said the former minister’s relationship with the company was only based on a secret arrangement signed on Sept 18, 2000 in Kuala Lumpur but was never recognised by the Bangladesh Central Bank.

“He also never registered his name on the Board of Investment of Bangladesh that is required by all foreigners who have interests in companies in the country,” he said.

Tahir also noted that Silkways Cargo managing director in Bangladesh SK Farid Ahmed Manik, who was alleged to have transferred the money to the former minister, was arrested by Bangladeshi authorities in 2007.

“He had given his statutory declaration to the authorities and the media in the same year about his relationship with the former minister and how he had illegally transferred money to him,” he said.

Prepared to be sued

Tahir also accused the former minister of “cheating” Malaysia Airlines by providing a Directors Personal Guarantee in 2001 although “he knew that he was not the registered director for the company.”

“And how could Malaysia Airlines not know about this?” he asked, adding that the former minister’s men had tried to “bribe” him in order to keep silent.

“When he (the former minister) was contesting for a seat in the Umno supreme council in 2005, I had threatened to distribute the evidence to the delegates. I was offered money to keep quiet, but was never paid a single sen,” he said.

Tahir also stressed that he was prepared to be sued if the allegations were false, but warned, “I have all the evidence.”

Kapar MP S Manikavasagam, who was also present, urged the authorities to take action, adding that the evidence would be submitted to MACC this Thursday.

Despite numerous attempts, Mohd Zin, now the Sepang MP, could not be reached for comment. Previously, he had denied any wrongdoing.

Wawancara Khusus Tempo dengan Nurul Izzah

TEMPO Interaktif, JAKARTA -Banyak orang menilai situasi politik dalam negeri Malaysia sama seperti Indonesia di masa Orde Baru. Oposisi ditekan, dan media tak bebas mengkritik pemerintah. Perasaan itu dialami oleh Nurul Izzah, putri sulung pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim. Meski baru dua tahun menjadi anggota parlemen, ia sudah merasa tidak nyaman dengan kondisi politik negaranya.
Sebab, kata dia, begitu banyak intimidasi yang dibuat oleh rezim Perdana Menteri Najib Razak. Kepada Faisal Assegaf dari Tempo, ibu dua anak yang masih terlihat cantik ini menjelaskan soal kiprahnya sebagai politikus muda. Berikut ini penuturannya saat ditemui pada Selasa sore lalu di Hotel Aryaduta Semanggi, Jakarta.
Anda lelah dengan kasus ayah Anda?
Siapa yang mau ditimpakan fitnah sekeji itu untuk kedua kalinya. Seluruh keluarga merasa lelah dan marah karena kejahatan itu luar biasa. Tapi, di mahkamah, terwujud begitu banyak ketimpangan dalam dakwaan itu. Masa menunjukkan tidak ada kredibilitas dan ada konspirasi pihak tertinggi untuk mengulangi kasus fitnah ini.
Apa pernah berpikir ayah Anda seorang biseksual?
Tidak pernah wujud rasa tersebut. Sebagai muslim bertanggung jawab, bila didatangi kabar fitnah, itu merupakan kabar jahat.
Soal kasus Anwar, Anda merasa nyaman berpolitik?
Tentunya tidak. Siapa pun tidak perlu menjadi Anwar Ibrahim untuk merasakan memang tidak nyaman terjun ke politik karena banyak kejahatannya. Kita tidak boleh berdiam diri. Di bawah rezim BN (Barisan Nasional), sangat banyak kelemahan yang jelas, dan rakyat mau dan perlu perubahan. Bukan digantikan pemimpin sempurna, melainkan yang jauh lebih baik dari yang ada saat ini.
Anda pernah diintimidasi?
Tentu. Hak saya sebagai wakil rakyat dinafikan. Berceramah politik tidak dibenarkan. Tidak diberi ruang dan izin. Media pun begitu. Bila mereka menulis tentang saya, mendapat kecaman dari Pak Menteri. Ini merupakan taktik yang digunakan oleh pemimpin yang tidak yakin dengan kekuatannya.
Ancaman melalui SMS?
Ada, dan sudah berkali-kali. Pernah saya melakukan dialog dengan kumpulan pedagang keturunan Cina. Polisi menghentikan pidato saya dan mengambil mikrofon saat saya di atas pentas.
Tapi Anda bertekad berpolitik selamanya?
Politik itu satu bentuk ibadah juga karena kita melawan penguasa yang tidak adil. Apa salahnya kita berjuang… oposisi memang untuk merampas kekuasaan. Kita perlu pastikan demokrasi lebih menyeluruh dan memberikan partai lain untuk bernapas dan menyuarakan kepentingan rakyat, tidak BN saja.
Anda berkomitmen melanjutkan trah Anwar Ibrahim dalam politik Malaysia?
Semua akan melanjutkan perjuangan Anwar. Bukan sekadar soal individu, ada tujuan dan visi lebih penting dan besar. Kalau saya diberi peluang, saya akan teruskan tentunya. Ini bukan soal Anwar Ibrahim, ini soal rakyat.
Jadi Anda siap menghadapi risiko apa pun?
Kita hanya perlu memberanikan diri supaya lebih ramai orang memberanikan diri.
Anda yakin Anwar bisa jadi perdana menteri?
Saya yakin dengan ketentuan Allah. Saya yakin dengan apa yang kita lakukan.
Anda percaya dengan kebijakan ekonomi baru Malaysia?
Itu retorika. Tidak ada satu pun reformasi ekonomi yang sudah dilakukan oleh Najib. Soal isu Satu Malaysia, itu merupakan angan-angan yang tak mungkin dicapai. Kalau Najib tidak bisa meyakini wakilnya, Muhyidin Yassin, bagaimana dia mau meyakini rakyat.
Mengenai isu lobi Zionis, apa benar Anwar diburu oleh Mossad?
Kami mendapat (ancaman melalui) e-mail dan sebagainya.

Malaysia Dihina, Polis Malaysia Perlu Bertanggungjawab


Kedutaan M'sia dilempar najis, bendera dipijak

Kedutaan Besar Malaysia ke Indonesia di Jakarta telah dilempar najis manusia oleh penunjuk perasaan daripada kumpulan Benteng Demokrasi Rakyat (BENDERA) pada satu demonstrasi petang ini.

Seorang daripada 37 penunjuk perasaan itu telah melemparkan najis itu ke dalam perkarangan kedutaan itu melepasi pintu pagar hadapan dan di atas kepala barisan anggota polis Indonesia yang sedang mengawal ketat di hadapan bangunan itu.

Mereka turut melepaskan najis itu ke atas bendera Malaysia yang dipijak-pijak di atas jalan tempat mereka berkumpul di hadapan kedutaan itu.

Kumpulan itu sebelumnya telah membawa lima bungkusan najis itu, ada yang diletakkan dalam kertas bungkusan makanan, dalam plastik dan dalam kotak polisterin dan dinyatakan sebagai "hadiah" untuk Duta Besar Malaysia ke Indonesia kerana Malaysia selama ini telah beberapa kali memberi "najis" yang lebih kotor kepada Indonesia.

Dengan tiba-tiba seorang daripada mereka melempar bungkusan kertas berisi najis itu ke dalam pagar kedutaan itu dan pada masa yang sama, najis turut dilepaskan ke atas bendera Malaysia yang mereka sedang pijak itu.

Demonstrasi itu diadakan bagi menandakan kemarahan mereka terhadap Malaysia yang mereka dakwa telah merendahkan maruah Indonesia dalam insiden di perairan Bintan pada 13 Ogos lalu apabila polis Malaysia menahan tiga pegawai penguatkuasa Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Ia juga untuk menyatakan kekecewaan rakyat terhadap kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dikatakan sangat lemah menghadapi Malaysia.

Berikutan kejadian lempar najis itu polis Indonesia menangkap tiga orang pelaku berkenaan.

Demonstrasi itu berlangsung selama sejam.

Seorang wakil kumpulan itu kemudian memberitahu wartawan yang meliputi peristiwa itu bahawa mereka telah memberi kata dua kepada polis Indonesia iaitu lepaskan rakan-rakan mereka itu daripada tahanan atau mereka akan melakukan operasi usir rakyat Malaysia petang ini.

Operasi yang dinamakan "Sweeping Rakyat Malaysia" itu dirancang akan dilakukan di hadapan bangunan kumpulan itu di Jalan Diponegoro, Menteng, di Jakarta.

Polis Indonesia telah menugaskan ramai anggota untuk mengawal ketat di hadapan bangunan kedutaan Malaysia, setelah mendapat maklumat bahawa demonstrasi berkenaan akan disertai antara 300 dan 500 penunjuk perasaan.

Dalam insiden di perairan Malaysia-Indonesia itu, bahagian penguatkuasa Kementerian Kelautan dan Perikanan menahan tujuh nelayan Malaysia manakala Polis Marin Malaysia pula menahan tiga pegawai pengkuatkuasa kementerian dari Indonesia itu, masing-masing kerana didakwa menceroboh wilayah masing-masing.

Kedua-dua negara kemudian membebaskan tahanan-tahanan itu pada 17 Ogos lalu. -Bernama


Indonesia Hantar Nota Diplomatik Bantah Insiden Di Bintan

Indonesia Rabu menghantar nota diplomatik kepada Malaysia bagi membantah penahanan tiga pegawai lautnya oleh Polis Marin Malaysia pada Jumaat lepas.

Menteri Luar Dr Marty Natalegawa berkata nota bantahan itu menyatakan pendirian tegas Indonesia bahawa Malaysia telah melakukan pelanggaran terhadap integritinya kerana kejadian itu berlaku dalam wilayah Indonesia.

"Kami sangat prihatin kerana tindakan itu bertentangan dengan undang-undang antarabangsa. Kami tidak dapat menerima perlakuan terhadap pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia," katanya pada sidang akhbar di sini hari ini.

Nota diplomatik itu diserahkan kepada Duta Besar Malaysia ke Indonesia Datuk Syed Munshe Afzaruddin Syed Hassan di Kementerian Luar Indonesia di sini pagi ini.

Dalam kejadian Jumaat malam itu, para pegawai penguatkuasa Jabatan Kelautan dan Perikanan Indonesia pada mulanya telah menahan tujuh nelayan Malaysia yang didakwa menceroboh kawasan perairan Indonesia tetapi Polis Marin Malaysia pula dilaporkan menahan tiga pegawai penguatkuasa kementerian itu dengan dakwaan mereka menceroboh perairan Malaysia.

Kejadian dilaporkan berlaku di perbatasan perairan Malaysia dan Indonesia sekitar Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia.

Natalegawa berkata Indonesia telah memastikan bahawa kejadian penahanan tujuh nelayan Malaysia oleh pegawai penguatkuasa Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia berlaku dalam wilayah Indonesia berdasarkan peta nombor 349 tahun 2009.

Kementerian Luar Indonesia sebelum ini dikritik hebat di sini terutamanya ahli politik dan pemerhati politik kerana tidak memperlihatkan ketegasannya dalam menangani insiden itu, lebih-lebih lagi apabila tiga orang pegawai kerajaan negara itu telah ditahan oleh polis Malaysia.

Natalegawa berkata pihaknya mengambil sedikit masa sebelum menghantar nota diplomatik itu kerana mengambil sikap berhati-hati terutamanya dalam menentukan bahawa insiden itu berlaku dalam wilayah Indonesia.

Sebelum ini, katanya, Kementerian Luar Indonesia telah menyuarakan protes keprihatinan dan pendiriannya berhubung insiden itu kepada Malaysia.

Natalegawa berkata Indonesia berharap perundingan perbatasan perairan negara dapat segera diadakan dengan Malaysia bagi mengelak insiden seumpama di Pulau Bintan itu daripada terus berlaku. -BERNAMA

Nikah Gantung! Idea Bijak!

Gambo hiasan je.. jangan marah ye Puan Serina!

Teman sokong cadangan daripada Dewan Pemuda PAS Pusat ni..
Jauh lebih baik daripada idea buat Sekolah untuk Gadis Hamil tu!
(khabarnya dah ada ibubapa call seklah tu, nak masukkan anak mereka!)..

Seingat teman keluarga teman dulu ada yang buat Nikah gantung ni..
memang idea asalnya dapat tentangan gak laa..
Tapi Alhamdulillah.. segalanya berjalan lancar..
dah beranak pinak pun pakcik-makcik tuh!

Mungkin akan ada yang memandang sinis idea ini..
Tapi sedarlah.. anak-anak yang lahir hasil nikah gantung ini lebih terjamin maruah mereka berbanding anak-anak yang dilahirkan tanpa bapa yang sah!

At least mak ayah mereka bernikah beb!

Tapi bimbang gak.. besok lain lak jadinya!
Ramai yang nikah gantung sebab dah termengandung!
aisehh!! haru!
Maklumlah.. melayu ni kan pandai modified!
Sampaikan hukum Islam pun nak dimodifiednye!
sunsnake 23082010
Pemuda PAS promosi ‘nikah gantung’ atasi masalah buang bayi
KUALA LUMPUR, 23 Ogos — Dewan Pemuda PAS Pusat akan melancarkan kempen nikah khitbah atau nikah “gantung” — pasangan yang berkahwin tidak perlu tinggal bersama jika masih tidak mampu — sebagai salah satu cara mengatasi masalah membuang bayi.

Yang UMNO Terasa Apahal???


Seingat teman.. MB Khalid takde pun buat sebarang tuduhan berkaitan hal ni..
hatta mungkin aci cleaner di SUK pun tak dituduhnya..

Yang tiba-tiba UMNO Selangor melompat apahal?
Yang tiba-tiba UMNO Selangor terasa apahal?
UMNO Selangor makan cili ke?
UMNO Selangor terasa pedas ke?

Wakakakak!
Makin nak mampus makin meghoyan UMNO nih!!!

sunsnake 23082010

'Isu kamera sandiwara Khalid'

2010/08/23

KUALA LUMPUR: Tindakan Menteri Besar Selangor, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim yang sehingga kini belum membuat laporan polis berhubung penemuan kamera tersembunyi di pejabatnya menimbulkan pelbagai spekulasi.

Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Sri Serdang, Datuk Satim Diman, berkata rakyat Selangor masih menunggu Khalid membuat laporan mengenai kamera yang ditemuinya kira-kira dua minggu lalu.

Jika belum atau enggan buat laporan akan timbul pelbagai spekulasi. Apakah ini sandiwara politik Khalid dan mengapa? katanya dalam kenyataan, semalam. Satim turut membuat andaian laporan tidak dibuat kerana khuatir siasatan polis akan membongkar identiti orang yang meletakkan kamera itu.

Mungkin Khalid takut jika ada siasatan, polis akan membongkar identiti orang yang meletak kamera itu sama ada musuh Elizabeth Wong (Adun Bukit Lanjan) atau musuh Khalid yang tahu kegiatan dalam pejabat Menteri Besar atau motif peras ugut, dakwanya.

Satim berkata, orang ramai sedia maklum hanya orang tertentu boleh keluar masuk pejabat Menteri Besar dan mustahil orang luar meletak kamera itu.

Jangan hendak menuding jari kepada orang lain. Hanya Khalid dan orang dalam tahu rahsia kegiatan dalam pejabat Menteri Besar, katanya yang berharap Khalid segera membuat laporan perkara itu.
Dalam kejadian pada 10 Ogos lalu, Khalid menjumpai kamera tersembunyi di pejabatnya di Tingkat 21, Bangunan SUK di Shah Alam.

Menteri Besar sebelum ini berkata, sedang mempertimbangkan bagi membuat laporan jika ada keperluan selepas melihat rakaman berkenaan. BERNAMA

Hukum Hudud - Impian Peribadi Kami Sebagai Islam!


Buat Pemuda Gerakan..
Untuk pengetahuan kamu..
Hukum Hudud ini bukan sahaja impian peribadi Tuan Guru Nik Aziz..
tetapi adalah impian peribadi kami yakni jutaan ahli-ahli PAS di Malaysia ini!

Walaupun ianya mendapat bantahan daripada Karpal Singh, kamu dan UMNO, ianya tetap menjadi impian kami sehinggalah kami menutup mata dan akan disambung oleh pewaris-pewaris perjuangan kami sehingga ke akhir hayat alam ini!

Jadi tidak perlulah kamu sibuk nak sedarkan PAS atas apa yang kamu rasa..
Karpal Singh juga begitu.. Apa pun yang dikatakan oleh mereka yang kafir mahupun yang fasik mahupun yang munafik!

Hukum Hudud tetap menjadi impian kami..
Biarlah kami ditolak oleh DAP kerana Hukum Hudud..
Biarlah kami dihina oleh MCA dan gerakan kerana Hukum Hudud..
Biarlah kami disindir oleh UMNO kerana Hukum Hudud..
Biarlah... Biarlah..
Kerana inilah sunnah perjuangan kami..
Dan kami yakin sekiranya kamu tahu akan kebenaran dan keadilan Islam..
Pastinya sejak dahulu lagi kamu mahukan Al-Quran sebagai penjaga kehidupan kamu..

Malangnya.. UMNO yang mewarisi Saka British inilah yang telah menggelapkan segala keindahan dan keadilan Al-Quran di bumi Malaysia ini....
sunsnake 23082010

Rahim Tamby Chik - Sudah habiskah golongan profesional UMNO?


Aduyai!!
Punya la ramai melayu profesional di Malaysia ni..
Punya la ramai melayu bekas-bekas graduan universiti dalam dan luar negara..
Yang ada Phd dan master dalam ekonomi..
Belum kira yang ada pengalaman run business.. yang bekas kakitangan kerajaan Profesional pun ramai..
Dan yang paling penting.. calon tu ada kredibiliti dan bukan diragui ke'nafsuan'nya!
wakakakaka!

UMNO dah nak mati ni macam tu laa..
Tu dah habis pusing la kot? Dah takde calon lain dah..
Gila bro!! Bukan kecik anak nilai tanah Kampung baru nih!!
Mau makan tak habis dari Najib ke Ashman ke Anak Ashman ke cucu Ashman ke cicit Ashman ke piat Ashman ke piut Ashman ke... ke... ke...
Kena la calon yang dipercayai dan berintegriti ala UMNO yang handle..
adushhh!!!

Kenapa la makcik pakcik felda tak nampak benda ni..
kenapa la orang melayu tak nampak benda ni..
kenapa la Mufti Perak tak nampak benda ni!!
sunsnake 23082010

Tindakan Tegas Jika Bangkitkan Sensitiviti Kaum, Agama ...kalau kawan buat...?? cam ne...

KUALA LUMPUR: Kerajaan akan bertindak tegas terhadap mana-mana pihak yang cuba mengancam keharmonian dengan cara membangkitkan sensitiviti kaum dan agama, kata Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein.
Beliau berkata walaupun laporan mengatakan isu tersebut tidak begitu ketara di peringkat bawahan tetapi ia perlu dibendung supaya keselesaan rakyat terjamin.
"Laporan yang saya terima tidak melihat satu keadaan yang tegang dan membimbangkan, tetapi dalam hal ini, dari dulu lagi saya telah tunjukkan bahawa kita ambil tindakan yang tegas.
"Saya memang tak suka dan tak akan benarkan perkara-perkara sebegini mengeruhkan keadaan," katanya ketika diminta mengulas kejadian sebuah surau baru di Taman Impian Pulai Impian, Temiang, Seremban yang disimbah cat merah pada awal pagi tadi.
Terdahulu, Hishammuddin menghadiri majlis berbuka puasa dan penyerahan bantuan kepada golongan ibu tunggal dan anak yatim di sini malam ini.
Sehubungan itu, beliau berkata Ketua Polis Negara Tan Sri Musa Hassan dan semua ketua polis negeri telah diarah supaya bertindak sekiranya berlaku keadaan yang menimbulkan rasa tidak selesa kepada rakyat oleh mana-mana individu atau kumpulan tertentu.
Beliau juga tidak menolak kemungkinan terdapat usaha, sama ada dirancang atau secara kebetulan, yang dilakukan pihak tidak bertanggungjawab untuk memecah-belahkan keharmonian kaum di negara ini.
"Cuma dalam siasatan (yang dilakukan), kita kena pastikan tidak ada mana-mana pihak yang dianiaya," katanya.
Hishammuddin turut ditanya sama ada kejadian itu mempunyai kaitan dengan isu penggunaan nama Ketua Menteri Pulau Pinang Lim Guan Eng dalam khutbah Jumaat di beberapa kawasan di negeri itu baru-baru ini.
Katanya, perkara itu susah untuk dikatakan tetapi dalam soal yang menyentuh agama, semua pihak perlu bertindak secara rasional dan bijaksana kerana apa yang berlaku bukanlah sesuatu yang unik, kerana suasana seumpama itu pernah dilalui sebelum ini.
"Jadi, dalam hal ini, saya percaya pihak berkuasa mampu memastikan bahawa keselamatan akan terjamin, orang ramai akan berada dalam keadaan selesa dan pihak-pihak tidak bertanggungjawab itu akan dibawa ke muka pengadilan," katanya.
Beliau turut mengulas cadangan khatib yang membacakan khutbah Jumaat tersebut untuk mengambil tindakan undang-undang terhadap pihak yang mempesarkan isu itu, sedangkan polis telah menubuhkan pasukan khas untuk melakukan siasatan.
Hishammuddin berkata apa yang lebih penting ketika ini adalah memastikan siapa yang bercakap benar.
Katanya, sudah menjadi tugas polis untuk menyiasat sekiranya laporan telah dibuat kerana hanya dengan siasatan yang terperinci, berani dan telus serta tidak condong kepada mana-mana pihak, barulah sesuatu kebenaran itu dapat diketahui.
"Jadi, biarlah ia berjalan dalam proses biasa...kita nak siasat kerana nak tahu apa yang sebenarnya berlaku, kerana dalam kes ini, ada yang menyokong, ada yang kata fitnah, disalah erti, dan ada yang kata ia disalah lapor," katanya. - BERNAMA

Pakatan kutuk keras 'simbah cat di surau'

KUALA LUMPUR, 23 Ogos: Insiden sebuah surau di Taman Pulai Impian, Sikamat, Seremban yang disimbah cat merah pagi tadi mendapat kecaman hebat dari banyak pemimpin Pakatan Rakyat.

Melalui sesawang sosial Twitter, didapati Anthony Loke Siew Fook, Ketua Belia DAP Nasional paling awal mengutuk tindakan tidak demokratik tersebut.

"Sebuah surau di Pulai Taman Impian, Temiag Seremban itu disimbah dengan cat merah pagi tadi, gila!"

"Sangat menghinakan tindakan yang tidak bertanggungjawab itu apabila menyerang tempat ibadah, khususnya surau pada bulan Ramadhan yang suci," ujarnya yang juga Adun Rasah seperti dipetik dari http://twitter.com/anthonyloke.

Lim Kit Siang, Penasihat DAP kemudiannya mengajak seluruh rakyat Malaysia supaya mengutuk aktiviti vandalisme tersebut.

"Semua rakyat Malaysia mesti mengutuk vendalisme dengan menggunakan cat merah di surau baru Taman Impian Pulai Temiah Seremban," ujar beliau yang juga Ahli Parlimen Ipoh Timur dari http://twitter.com/limkitsiang.

Menurut Chegubard atau nama sebenarnya Badrul Hisham Shaharin, Pengerusi Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM) pula, perbuatan tersebut semata-mata mahu membangkitkan sentimen agama dan perkauman.

"Surau di seremban disimbah caj dan dibaling botol arak!! Ini kerja orang nak bangkitkan sentimen agama/kaum.." ujar beliau dari http://twitter.com/chegubard.

Beliau juga menyifatkan perbuatan itu menguntungkan parti-parti perkauman di tanah air.

"...mereka tak henti cuba bakar sentimen kaum/agama. Parti kaum yang untung!!" siulnya lagi di Twitter.

Manakala Datuk Mustafa Ali, Setiausaha Agung PAS kemudiannya didapati turut senada dengan CheguBard, iaitu mendakwa pemimpin Umno BN acap kali meniupkan sentimen perkauman belakangan ini.

"Pemimpin Umno/BN terlalu mainkan sentimen perkauman sejak akhir-akhir ini dan boleh jejaskan keharmonian kaum," ujarnya seperti dipetik dari http://twitter.com/dato_mustafaali.

Lanjutan itu, beliau turut mempersoal motif permainan politik Umno BN itu.

"Apa motif?" siulnya lagi di Twitter.

Melihat pada siulan para pemimpin Pakatan Rakyat terbabit, didapati mereka masing-masing menganggap insiden itu berpunca oleh amalan politik perkauman yang sempit.

Chua tidak akan mohon maaf kepada DJ Jamal

Presiden MCA Datuk Seri Dr Chua Soi Lek berkata beliau tidak akan memohon maaf kepada DJ popular stesen radio bahasa Cina 988, Jamaluddin Ibrahim berhubung kenyataannya yang dikaitkan dengan isu perkauman, baru-baru ini.

Chua, yang berada di Sungai Petani bagi merasmikan seminar ahli jawatankuasa keselamatan dan pembangunan kampung menjelaskan kenyataan yang dibuatnya berbentuk umum dan semua pihak menyedari bahawa Ramadan adalah bulan yang suci untuk orang Islam.

“Apabila Jamaluddin mula bercakap, saya juga mengingatkannya (supaya tidak membuat kenyataan seumpama itu ketika Ramadan),” kata Chua kepada pemberita hari ini.

“Saya cuma ingatkannya, tiada yang keterlaluan. Saya berharap dia (Jamaluddin) tidak akan salah guna apa yang difikirkannya sebagai salah guna (kenyataan perkauman) untuk kepentingan dirinya.”

Jamaluddin menuntut Chua memohon maaf dan memberikan penjelasan, selepas dia diingatkan oleh presiden MCA itu supaya lebih bertanggungjawab sebagai seorang Islam berhubung isu itu.

Dia juga mempersoalkan motif Chua yang mengheret agamanya ke dalam kontroversi berkenaan.

Jamaluddin diarahkan supaya bercuti selepas pengurusan stesen radio itu menerima sepucuk surat daripada Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia yang mendakwa DJ itu dan program Hi Malaysia 'mengancam keselamatan nasional' dan 'menggugat perhubungan antara kaum' di negara ini.

Chua berkata belaiu tetap dengan pendiriannya bahawa MCA mengamalkan dasar 'tidak campurtangan' terhadap pengurusan akhbar harian Star dan anak syarikatnya, stesen radio 988 yang dimiliki parti itu.

Katanya, Star adalah syarikat yang disenaraikan di Bursa Malaysia dan oleh itu ia bertanggungjawab kepada pemegang sahamnya. Akhbar itu berkembang, menurut Chua adalah kerana dasar tidakcampur tangannya.

“Saya juga tidak tahu berapa banyak wang yang dibuat oleh Star. Kita tidak kacau, terutama saya, (saya) tak pernah terlibat. Kita tidak sentuh 988, dan saya tidak tahu apa yang berlaku,” katanya.

“Apa yang saya tahu syarikat itu (stesen radio 988) menghadapi masalah dengan SKMM. Dan mereka yang berurusan dengan SKMM adalah pengurusan the star dan bukannya MCA.”

Chua juga pada Jumaat lalu menjelaskan beliau hanya berjumpa Jamaluddin sekali sahaja selepas dia dilantik sebagai presiden MCA.

Bangsa, Raja dan Agama


Kah...Kah... Kah... Kah...

Woit!! Ini sapa punya kerja??

Tak lain...Guan Eng ler!!

Uisy.... Ini bukan kerja UMNO.

Tak mau nyer....tak mau nyer....

UMNO hanya berjuang untuk mempergunakan:

Bangsa, Raja dan Agama!!!


Kah.... Kah.... Kah.... Kah...!!!

Ceritanya di sini

DAP: K'jaan hilang RM3.6 bilion dari AP setiap tahun

DAP hari ini mencadangkan kerajaan persekutuan supaya memansuhkan permit import (AP) kereta sekarang ini daripada menunggu sehingga 2015 - yang sekaligus dapat memastikan negara mendapat pendapatan RM3.6 bilion setiap tahun.

Penolong bendahari DAP, Nga Kor Ming dalam satu kenyataan berkata wang RM3.6 bilion hilang setiap tahun itu boleh digunakan bagi membina 90,000 unit rumah kos rendah dan menyelesaikan masalah setinggan di Malaysia.

Menurut Nga, kerajaan mengeluarkan antara 100,000 hingga 120,000 AP setiap tahun, dengan setiap satunya bernilai RM40,000, berjumlah RM4.8 bilion.

Bagaimanapun, kerajaan hanya mengenakan bayaran RM10,000 bagi setiap AP itu dan mampu mengutip RM1.2 bilion bagi 120,000 AP yang dikeluarkan. Justeru, setiap tahun pendapatan RM3.6 bilion hilang.

Menurut Nga, oleh kerana kerajaan amat merlukan dana, menghapuskan AP akan bermakna lebih banyak wang untuk keperluan asas rakyat Malaysia yang selari dengan slogan Najib, 'rakyat didahulukan, pencapaian diutamakan.'

Katanya, polisi kereta BN itu perlu dikaji semula kerana ia didakwa memiskin Malaysia dan rakyat, dakwanya dipaksa memberi subsidi kepada Proton selama 26 tahun sejak kereta nasional itu dilancarkan pada 1984.

Nga berkata dasar perlindungan yang memihak Proton menyaksikan ramai rakyat Malaysia terpaksa membeli Proton kerana cukai yang tinggi dikenakan ke atas kereta yang diimport.

Nga, juga mendakwa kerajaan telah membelanjakan RM500 juta untuk menubuhkan syarikat itu tetapi 97 peratus daripada kereta yang dihasilkan adalah untuk pasaran tempatan.

Justeru, dengan hanya tiga peratus, buatan keretanya diimport, Proton, kata Nga tidak banyak menyumbang kepada pendapatan negara.

Radio 988: DJ Jamal dakwa wujud konspirasi politik...

Apa pun penjelasan Presiden MCA Datuk Seri Dr Chua Soi Lek, tidak akan dapat diterima oleh DJ Jamaluddin Ibrahim.

Malah, katanya, dakwaan Chua bahawa keputusan untuk menggantung tugasnya sebagai "isu pengurusan", membuktikan bahawa ia memang sebahagian daripada "konspirasi politik".

"Jika anda mengatakan itu tidak baik untuk sumber pendapatan 988.fm dan anda ingin menukar pengurusan, baiklah. Itu wajar. Jika program tidak berjaya, anda ingin membuatnya lebih baik, itu adil," katanya.

"Tapi apakah keuntungannya yang diperolehi (oleh pemilik stesen radio 988) Star RFM (Sdn Bhd) daripada ini? Mereka hilang penonton mereka, mereka hilang sumber pendapatan.

"Satu-satunya perkara yang 'mereka' diperolehi ialah keuntungan politik. 'Motif' mereka ialah untuk membunuh program tersebut. Ianya sangat jelas bahawa 'mereka' tidak mahu rakyat membincangkan isu-isu semasa... untuk menyedarkan rakyat"

Namun Jamaluddin, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Malaysiakini pagi ini, enggan membuat spekulasi tentang siapakah 'mereka' yang dimaksudkannya itu.

Jamal digantung tugasnya mulai 19 Ogos apabila stesen itu menerima surat amaran dari Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM).

Dalam surat tersebut, beliau dikatakan "mengancam keselamatan negara" dan "menjejaskan hubungan kaum" sewaktu mewawancara kolumnis Ouyang Feng Wen melalui program Hi Malaysia pada 13
Ogos.

Ketua pegawai Eksekutif (CEO) Wong Lai Ngo dan pengurus kanan program Tan Chia Yong, walaupun tidak disebutkan dalam surat SKMM itu - turut digantung tugas kemudiannya - dan ia menguatkan rasa syak Jamal itu.

Rakyat Kelantan diseru Guna dinar, dirham bayar zakat fitrah

KUALA LUMPUR, 23 Ogos: Rakyat Kelantan diseru menunaikan bayaran zakat fitrah tahun ini menggunakan dinar atau dirham Kelantan.

Selain sebagai tanda sokongan kepada usaha Kelantan, ianya juga sebagai mengembalikan syiar Islam yang sejak dahulu menggunakan dinar dan dirham sebagai mata wang.

"Balik Kelantan, bayar zakat fitrah dengan dirham Kelantan," kata Exco Kerajaan Kelantan, Datuk Husam Musa.

Beliau berkata demikian sewaktu berucap di Majlis Berbuka Puasa Persatuan Anak Darul Naim (Persada) Kuala Lumpur dan Selangor, di ibu negara kelmarin.

Turut berucap pada majlis itu, Ahli Parlimen Gua Musang, Tengku Razaleigh Hamzah.

Sebelum ini, Menteri Besar Kelantan, Tuan Guru Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat telah menyatakan hasratnya untuk membayar zakat fitrah tahun ini menggunakan dinar dan dirham.

Hasrat sama juga turut dizahirkan para Exco kerajaan negeri, Ahli Dewan Undangan Negeri (Adun) serta pemimpin PAS negeri itu.

Selain itu, rakyat Kelantan termasuk yang berada di perantauan turut diseru membayar zakat fitrah dengan dinar atau dirham.

Isu dinar dan dirham yang diperkenal Kelantan menjadi kontroversi apabila kerajaan pusat menganggap ianya bertentangan dengan undang-undang.

Menurut mereka, hanya kerajaan Persekutuan melalui kelulusan Bank Negara, boleh mengeluarkan mata wang.

Kelantan bagaimanapun berpendapat, pengeluaran dinar dan dirham tersebut hanyalah untuk kegunaan rakyat negeri itu sesama mereka atau sebagai perhiasan.

Yusof Nor patut terima kasih bukan marah

KUALA LUMPUR, 23 Ogos: Pengerusi Felda, Tan Sri Yusof Nor patut berterima kasih kepada para pengkritik Felda kerana dengan cara itu dia boleh memperbetulkan segala kepincangan dalam perbadanan itu.
Demikian kata Setiausaha Agung PAS, Datuk Mustafa Ali dalam twitternya hari ini. Mesej ini adalah yang ketiga dihantar Mustafa melalui twitternya itu @dato_mustafaali.

Mustafa menyertai komuniti paling popular di dunia itu hari ini. Mesej tentang Felda adalah yang ketiga selepas mempertikaikan Umno dan BN yang terlalu banyak memainkan isu perkauman sejak kebelakangan ini dalam twit keduanya.

Mustafa mempertikaikan apakah motif sebenar para pemimpin Umno dan BN ketika memainkan isu perkauman.

Dalam isu Felda, Mustafa berkata, Yusof tidak patut marah-marah terhadap pengkritik dan pihak yang mahu memberikan pandangan tentang Felda.

"Jangan ambil mudah Tan Sri," kata Mustafa dalam twitternya.

Semalam, media melaporkan Yusof Nor marah-marah terhadap pihak-pihak yang memberikan pandangan dan masuk ke kawasan Felda.

Beliau menyifatkan tindakan ini sebagai  satu gangguan yang tidak diingini oleh warga komuniti itu.

Katanya, pihak terbabit sebenarnya mahu melihat peneroka dan pentadbiran dalam organisasi itu berpecah-belah untuk memudahkan mereka menyusup masuk.

"Mereka serang dan fitnah Felda kerana nampak ia semakin berkembang, sebab itu mereka nak masuk dalam Felda," katanya kepada pemberita selepas menyampaikan saguhati kepada 19 Pengerusi Masjid dalam Rancangan Felda Terengganu Sabtu lepas.

Anwar: KEADILAN Kini Punyai Pimpinan Lebih Mantap, Kukuh

Oleh Dzulkarnain Taib
SHAH ALAM 23 Ogos - Ketua Umum KEADILAN yakin parti kini berada di atas landasan yang lebih kukuh dan mantap selepas mengharungi episod getir dan mencabar di mana empat daripada ahli parlimennya melompat parti manakala seorang lagi dipecat keanggotaannya.
Sambil mengakui parti menghadapi kesukaran memilih calon yang berwibawa dan setia kepada prinsip perjuangan semasa pilihan raya umum ke-12 pada 2008 lalu, Anwar yang juga Ketua Pembangkang berkata KEADILAN mempunyai barisan pimpinan yang lebih jitu dan komited.
"Adakah kita telah belajar daripada kesilapan - ya, adakah kita lebih bersedia sekarang - ya, adakah kita kini mempunyai barisan pemimpin yang profesional dan kredibel - ya. Jadi kita rayu kepada semua ahli parti supaya tetap setia dan komited s ebagai satu pasukan yang mantap," kata Anwar ketika bersama ahli KEADILAN Cabang Bayan Baru pada satu majlis dialog baru-baru ini.
Merujuk kepada langkah Ahli Parlimen Bayan Baru, Datuk Seri Zahrain Hashim yang bertindak keluar KEADILAN untuk menjadi anggota Bebas, Anwar memuji ketabahan dan kesetiaan ahli parti di cabang tersebut yang tidak mengambil langkah yang sama.
"Apabila ketua cabang lompat tidak ada pimpinan yang ikut melainkan seorang sahaja, itu satu perkara yang luar biasa, malah ia mencetuskan satu gelombang sokongan baru yang memperlihat keahlian daripada beberapa ratus sahaja kini mencecah lebih 5,000 dalam satu tempoh masa yang singkat bagi satu cabang.
"Saya benar-benar sanjung rakan-rakan seperjuangan di cabang ini kerana keyakinan tinggi kepada matlamat perjuangan dan tidak patah semangat dan terus komited kepada agenda reformasi.
"Kita kata kita mahu sajikan politik baru di Malaysia, cukuplah dengan politik perkauman, cukuplah dengan politik ketakutan, kita mahu serahkan kembali hak kebebasan kepada rakyat," kata Anwar lagi.
Ahli Parlimen Permatang Pauh itu menjelaskan ramai pejuang KEADILAN terpaksa menderita akibat kezaliman Umno-Barisan Nasional kerana melawan polisi rasis, rasuh dan salahguna kuasa tetapi mereka tetap teguh mempertahankan prinsip perjuangan.
"Tuduhan kita alat Cina atau alat Hindu dan sekarang alat Yahudi atau alat Amerika tidak menganggu kita sebab kita percaya kebijaksanaan rajyat negara ini samada Melayu, Cina, India, Kadazan atau Iban.
"Kita difitnah alat Cina tapi kita tak perlu apologetik, kita diajar oleh agama dan budaya kita untuk bercakap benar dan tegakkan keadilan. Apa makna agama - untuk kedamaian, untuk rahmat, kebaikan bagi manusia, untuk keadilan.
"Kalau agama kita pegang untuk tanam kebencian, untuk tegakkan kezaliman, itu bukan agama, itu rangkaian kerangka penjahat-penjahat yang menentang ciri murni agama. Sebab itu saya tidak mahu diganggu dengan hal sebegini dan saya beri nasihat kepada kawan-kawan kita, kita kena terus maju - membujur lalu melentang patah, dengan pendirian ini kita terus mara ke depan," tegas Anwar.
Tambah beliau mana-mana perjuangan pasi ada yang kecundang namun yang penting ialah pemahaman yang jelas mengenai objektif dan halatuju perjuangan itu.
"Mana ada perjuangan yang tidak ada korban? Lihat sahaja kepada Umno; presiden pertamanya meninggalkan parti, kemudian diikuti presiden kedua dan Perdana Menteri pertama, Tunku Abdul Rahman, presiden ketiga tak sempat sebab meninggal dalam jawatan, presiden keempat, Tun Hussein Onn pun keluar parti.
"Tetapi di sini ada perbezaan - mereka tidak meninggalkan parti disebabkan wang ringgit atau kedudukan, saya mungkin berbeza pandangan dengan mereka atas beberapa isu dasar tetapi saya hormati keyakinan tinggi dan komitmen mereka kepada perjuangan.
"PAS juga hadapi masalah yang sama, presiden pertamanya Mohd Fuad, orang Bukit Mertajam tinggalkan PAS, presiden ketiga, Tan Sri Asri Muda tinggalkan PAS.
"Kita parti baru, KEADILAN juga hadapi proses ini tetapi kadang-kadang proses ini menyukarkan, ia juga mendewasakan malah ia mematangkan. Ini bermakna dalam proses yang kita akan lalui akan datang kita mesti ingat bahawa parti ini adalah parti yang komited kepada agenda reformasi. Sesiapa yang ingin bersama mesti komited kepada agenda ini," kata mantan Timbalan Perdana Menteri dan Menteri Kewangan itu.
Anwar menegur mereka yang hanya memberikan sokongan kepada beliau berdasarkan apa yang boleh diperolehi sekiranya parti berkuasa kelak.
"Pada 2008 susah nak cari calon, ada yang baik. komited, ada yang terpaksa kita tarik-tarik 'last minute' kerana maklum parti baru dan tak semua yakin kita boleh lawan, ada orang sanggup masuk kalau dia 'secure' nak menang, ada orang dia sokong Anwar kalau Anwar sampai ke Putrajaya, tak jadi ke Putrajaya dia lompat. Itu bukan parti perjuangan, itu parti Putrajaya," ujar beliau.

'Nikah gantung tangani kemaruk nafsu, buang bayi'

Proses perkahwinan yang digalakkan oleh Islam sewajarnya dipermudahkan agar generasi muda tidak liar dan kemaruk nafsu, lalu
terjebak dalam kancah seks bebas, kata ketua Dewan Pemuda PAS pusat, Nasrudin Hassan.

Menurut, langkah memudahkan proses perkahwinan boleh dilakukan oleh pihak berwajib, antaranya dengan:

# Memberi peruntukan kepada pasangan muda yang ingin berkahwin.
# Memberi insentif sebagai galakan berkahwin.
# Mengurangkan karenah birokrasi yang menyulitkan.
# Kursus dan khidmat bimbingan perkahwinan secara percuma.
# Menganjurkan perkahwinan beramai - ramai yang menjimatkan.
# Mendidik masyarakat dengan budaya sederhana dalam majlis perkahwinan.
# Merendahkan hantaran perkahwinan.

"Antara kaedah mempermudahkan proses perkahwinan ialah Nikah Khitbah atau dalam bahasa mudah disebut oleh masyarakat kita sebagai nikah gantung," kata Nasrudin dalam satu kenyataan hari ini.

Cuma bezanya, tegas beliau, ialah pasangan pengantin tidak tinggal serumah dalam tempoh-tempoh tertentu kerana beberapa keadaan seperti:

# Masih menuntut di kolej atau univerisiti.
# idak mempunyai kemampuan menyewa rumah.
# Belum bersedia menanggung komitmen kehidupan berumahtangga.

Nasrudin berkata, kelebihan nikah gantung ialah mereka adalah pasangan suami isteri yang sah mengikut hukum agama dan undang-undang negara.
"Andainya dalam tempoh itu mereka bertemu, keluar makan, belajar bersama, bahkan kalau mereka terlanjur sekalipun mengadakan hubungan seks, mka apa yang mereka lakukan itu tidak salah atau tidak haram.

"Andai berlaku kehamilan, maka pasangan itu tidak perlu panik terutama pihak gadis yang hamil kerana ia menghamilkan anaknya yang sah nasab (keturunan).

"Bahkan nanti mereka tidak perlu malu dan menjauhkan diri dari keluarga kerana keluarga pula akan menyambut kedatangan bayi itu dengan bangga dan bermaruah," tambahnya .

Menurutnya lagi, kes buang bayi yang berleluasa hari ini rata-ratanya adalah ekoran rasa panik dan hilang pertimbangan akibat malu dan hilang maruah dari pasangan terbabit.

"Malah mereka juga takut untuk kembali ke pangkuan keluarga justeru mereka mengetahui bahawa hubungan mereka salah dan mereka hamil hasil hubungan terlarang. Ia memalukan keluarga dan mencemarkan maruah bangsa dan agama .

"Akhirnya, jalan pintas dan terdesak yang ada pada mereka ialah buang bayi tersebut dengan harapan selesai masaalah dan beban yang mereka hadapi tanpa mereka menyedari bahawa akan mencetus bencana yang lebih parah kepada sosial negara," tegasnya lagi.

VK Lingam: Saya ada hak untuk didengar

Peguam VK Lingam memaklumkan Mahkamah Rayuan bahawa inkuiri insiden 'pita Lingam' telah menafikan beliau hak bagi menjawap beberapa pertuduhan - sehubungan itu, beberapa keputusan panel berkenaan seharus melalui semakan kehakiman semula.

“Saya hanya mahu membersihkan nama saya,” kaya Lingam, setelah mengemukakan permohonan 80 mukasurat. Beliau mewakili dirinya sendiri.

Lingam memohon semakan kehakiman bersama dua bekas hakim, Tun Eusoff Chin dan Tun Ahmad Fairuz Sheikh Abdul Halim.

Ketiga-tiga mereka bersama ahli perniagaan jutawan, Tan Sri Vincent Tan dan setiausaha agung Umno, sekarang, Datuk Tengku Adnan Mansor, telah dinafikan oleh Mahkamah Tinggi (bahagaian kuasa-kuasa khas dan rayuan) pada 12 Disember 2008, hak untuk merayu penemuan inkuiri suruhajya diraja yang ditubuhkan bagi menyiasat insiden itu.

Lingam memaklumkan kepada Mahkamah Rayuan bahawa sesetengah dakwaan yang dilemparkan ke atasnya semasa inkuiri itu hanya dibuat selepas dia memberi keterangan. Justeriu dia tidak mempunyai peluang menjawab pertuduhan berkenaan.

Betulkah kerjanya suka mengkafir orang?

 Wan Nik Wan Yussof  


Topik tulisan kali ini adalah seperti tertera. Asal topik ini adalah cetusan bila membaca apa yang dicetak oleh Utusan Malaysia melalui versi Mingguan Malaysia ( 15 Ogos 2010) yang bertajuk “Jangan terlalu berani mencabar” hasil tulisan seorang pensyarah universiti di bawah kementerian dipimpin Datuk Ahmad Zahid. Kononnya pensyarah itu berkelulusan doktorat  dari UPM, tetapi pernyataan di dalam tulisannya didapati sudah menyindir PAS secara lorat. Apa yang dicetak Utusan Malaysia itu sudah dibaca seperti berikut:
“Kedudukan pribumi dan pandangan mereka diperhalusi. Maka tidak hairanlah lima perkara utama berkaitan Islam dan pribumi difokuskan seperti kedudukan Raja-Raja Melayu, kedudukan agama Islam, kedudukan bahasa Melayu, kedudukan istimewa orang Melayu dan kerakyatan sama rata. Walaupun Pas menuduh Perlembagaan Reid ini perlembagaan kafir kerana kerjanya suka mengkafir, ruang untuk Islam dan pribumi berkembang begitu besar, dengan tidak menafikan hak bukan Islam. Kelebihan yang dinikmati oleh Islam dan pribumi inilah yang menimbulkan kedengkian dan rasa tidak puas orang ini dan ultra kiasu yang lain.”
Persoalannya, apakah kaitannya pensyarah Cina Muslim itu yang begitu syok memuji Suruhanjaya Reid yang menggubal perlembagaan negara itu, tiba-tiba menyindir PAS dengan tuduhan bersifat lorat, tidak articulate, mual, meloya dan berupa buah cakap peminum kopi pahit di kedai canggung? Kalaulah suka sangat memuji penggubal perlembagaan yang majoritinya ‘orang luar’ dilantik oleh penjajah Inggeris, janganlah pula meremeh dan mengaitkan secara aib parti PAS. Sedangkan PAS dari sudut sejarahnya turut menyumbang idea kepada penggubalan perlembagaan sehingga Islam diterjemah sebaiknya di dalam perlembagaan negara sekarang.
Sumbangan PAS kepada Suruhanjaya Reid
Realitinya, mungkin ramai tidak pernah membaca Memorandum PAS Kepada Suruhanjaya Reid bertarikh 14 Julai 1956 dan Ulasan PAS Terhadap PeƱyata Perlembagaan Reid bertarikh 2 Mei 1957. Kandungan daripada kedua-dua sumber itu dengan jelas menyentuh dan mengandungi lima syor yang antara lainnya agar dimasukkan asas kepentingan orang Melayu dan kedudukan Islam sebagai agama yang menjadi panduan hidup bernegara.  Justeru arkib sejarah ini adalah saksi mutlak peranan PAS sebagai pendesak pada masa itu sudah mengatasi Umno yang kononnya berjuang untuk merdeka, tetapi lena dengan ulikan penjajah dalam memperkasakan Melayu dan agama Islam.
Mungkin latar sejarah sebelum merdeka tiada dalam pengetahuan pensyarah tersebut yang memang dilahirkan oleh ibunya selepas negara merdeka.  Tambah memilukan lagi, pensyarah yang sudah mendapat ruang kolum di dalam akhbar suara Umno itu sebenarnya tidakpun pernah diiktiraf sebagai ‘orang Umno’ tetapi ayat-ayat membodek Umno sudah terang mengalahkan menteri Umno. Namun sayang sekali ia tidak pernahpun memahami konteks luhur akidah apa yang diucapkan oleh Tuan Guru Haji Abdul Hadi yang dicetak oleh Omar Khalid yang sudah jadi orang kuat Umno lalu dibubuh tajuk  “Amanat Haji Hadi”. Ini kerana loratnya pensyarah itu menulis mengaitkan PAS dengan kata kunci ‘perlembagaan-Reid-kafir’ itu semacam bersumberkan amanat tersebut. Namun ternyata beliau tersalah faham konteks luhur akidah kandungan yang dikatakan ‘amanat’ itu.
Bagi berlaku adil saya perturunkan apa yang dicetak oleh Omar yang pernah mendapat untung hasil jualan kaset ceramah pemimpin PAS. Cetakan itu dibaca seperti berikut:
“Kita menentang UMNO, bukan kerana nama dia UMNO. Kita menentang Barisan Nasional bukan kerana dia lama memerintah kerajaan. Kita menentang dia ialah kerana dia mengekalkan perlembagaan penjajah, mengekalkan undang-undang kafir, mengekalkan peraturan jahiliyah. Oleh kerana itulah kita menentang mereka. Oleh kerana itulah kita menghadapi mereka. Oleh itulah kita cuba berlawan dengan mereka.
“Percayalah saudara-saudara sekelian,
“Perjuangan kita adalah jihad, ucapan kita adalah jihad, derma kita adalah jihad. Bergantunglah kita kepada Allah dengan (menghadapi) puak-puak ini kerana kalau kita mati melawan puak-puak ini, mati kita adalah syahid. Mati kita adalah Islam. Kita tidak perlu masuk Buddha, Kita tidak perlu masuk Hindu, Kita tidak perlu masuk Kristian, Tapi kita menjadi kafir dengan mengamalkan 'politik suku, agama suku'.”
Persoalan di sebalik ‘amanat’ tersebut, adakah dengannya layaklah PAS dituduh kerjanya suka mengkafir? Di manakah pula konteksnya, PAS menuduh Perlembagaan Reid ini perlembagaan kafir?  Mungkin persoalan yang terbuku bagi pensyarah itu ialah pada hujah menjadi kafir dengan mengamalkan ‘politik suku agama suku’. Jika inilah butiran yang disandarkan lalu mengatakan kerjanya suka mengkafir, nyata sekali ia adalah tindakan yang lorat dan mendahului Majlis Fatwa Kebangsaan yang sudahpun mengadakan perjumpaan dengan Tuan Guru Haji Hadi dalam soal ini pada 1984, dan kesediaan untuk berjumpa lagi telah diulangi balik tahun 2001. Apa yang nyata, majlis itu hanya berpandangan ‘amanat’ yang dicetak secara petikan tanpa bukti sumber asal itu sebagai bertentangan dengan Islam. Namun tiada fatwa mengenainya.
Salah faham
Atas asas itu, semasa berbahas di parlimen tahun 2001, Tuan Guru Haji Abdul Hadi sekali lagi mengulangi pendiriannya untuk memperbetulkan salah faham terhadap ‘amanat’ yang dicetak itu. Namun, tiada penegasan rasmi pihak majlis tersebut. Apakah dengan kekaburan akademik sedemikian cukup adil (fair and fairness) untuk menghukum bahawa kerjanya (dirujuk kepada PAS) suka mengkafir?
Natijahnya akidah seorang Muslim apabila menegas dan mengamalkan serta menyakini bahawa di dalam Islam tidak ada sistem politik, atau menganggap urusan politik suku urusan agama suku, atau juga mengadakan peraturan yang melarang bercakap agama semasa berpolitik dan melarang bercakap politik semasa bercakap agama, lalu menyimpulkan bahawa politik suku agama suku; apakah akidah Muslim sedemikian luhur dengan akidah Islam yang diajar oleh Nabi Muhammad? Sedangkan sunah baginda ketika berkuasa di Madinah adalah “pemerintahan negara itu hendaklah ditadbir dengan agama dan agama yang menjadi panduan bernegara.” Demikian pula, di manakah untuk menyesuaikan fekah bernegara (siasah syar’iyyah) “iqamatiddin wa siasatudunyabih” yang mengarahkan pemerintah menjalankan urusan memakmurkan agama dan menjadikan agama sebagai panduan mentadbir? Apa yang jelas, kesan daripada hujah pemimpin PAS bahawa tidak boleh memisah-misahkan politik dengan agama (tidak berlaku sama sekali atas nama Islam, politik suku agama suku), maka pemimpin negara dan  sebahagian besar penyokong Umno sudah menerimanya sebagai benar belaka! Justeru, apa yang diungkap mengenai politik suku agama suku, bukannya frasa yang sah untuk mengaitkan parti PAS sebagai kerjanya suka mengkafirkan orang.
Akhirnya, sayugia kebenaran itu tetap benar, maka mengenali perjuangan benar hanya atas petunjuk agama. Tiada kebenaran atas semata-mata kekuatan akal fikiran, melainkan rahmah dan karomah dari Allah jua mengatasi segala akal fikiran. Kembalinya kepada panduan al-Quran, bertunaslah akidah yang luhur bagi menilai mana yang benar dan mana yang palsu.

Penulis adalah Setiausaha Politik Menteri Besar Kelantan.

DAP kutuk simbah cat merah pada surau

DAP mengutuk sekeras-kerasnya kejadian sebuah surau di Taman Pulai Impian, Temiang, Seremban disimbah cat merah pagi tadi

"Kejadian tersebut bukan sahaja tidak bertanggungjawab dan jahat, tetapi juga perbuatan khianat yang tidak boleh diterima dalam masyarakat demokrasi berperlembagaan, bertamadun dan madani," kata setiausaha agung DAP, Lim Guan Eng.

"Pihak yang bertanggungjawab (melakukannya) mungkin merasakan provokasi ini akan lebih berkesan dalam bulan Ramadan yang mulia ini," kata Lim yang juga ketua menteri Pulau Pinang dalam satu kenyataan hari ini.

Katanya, DAP berharap pihak polis bertindak cepat menangkap mereka yang bertanggungjawab melakukannya dan segera dihadapkan ke muka pengadilan.

"Saya meminta semua rakyat Malaysia berdoa untuk keamanan dan menghindari budaya kebencian dan keganasan yang tentunya akan menggugat harmoni dan perpaduan negara," katanya.

Dalam kejadian tersebut, cat merah disimbah pada bahagian belakang surau tersebut yang baru beberapa minggu mula digunakan.

Kejadian itu disedari oleh jawatankuasa surau tersebut pagi ini dan kemudiannya membuat laporan polis.

S
urau tersebut baru sebulan siap dibina tetapi belum berpagar.

Pengerusi DAP Negeri Sembilan yang juga ADUN Lobak, Anthony Loke (kanan) pergi ke tempat kejadian selepas dimaklumkan mengenainya.

Beliau ke situ bersama ADUN Temiang Ng Chin Tsai dan dan ADUN PKR Sikamat, Aminuddin Harun (kiri).

Mereka menemui serpihan botol arak yang dipercayai mengandungi cat merah di situ.

Menurut Anthony lagi, polis telah pergi ke tempat kejadian untuk menyiasat dan mengambil kenyataan daripada jawatankuasa surau berkenaan.

Orang UMNOpun dah meluat tengok isu doa ni oiii!!

What does Umno Penang fear? — Sakmongkol AK47

August 23, 2010 — Some Muslims in Penang were highly agitated when the khatib ( the man who reads sermons) offered prayers for the Penang chief minister. In what manner was it said? Was LGE's name mentioned in the context of something?

Actually we have not heard what actually transpired other than listening to a few emotionally charged statements from some people. Who are these people? If they are Umno members, then their response was hardly surprising.

To me, the fearful responses thus far only reflect how desperate Umno is in re capturing the Malay support in Penang. I won't say re-capture Penang, because that is already impossible. What Umno fears now is losing Malay support in Penang. That is like the end of the world.

What Umno fears is a rising consciousness among Penang Malays that despite detaching themselves from Umno, their lot can still be improved. This will be the beginning of a wider consciousness debunking the myth that equates loyalty and allegiance to this country to loyalty and allegiance to Umno. The two things are not the same. If Penang is successful in demolishing this long perpetuated myth and this awareness becomes a national phenomenon, Umno is in serious trouble.

Neither Umno nor Zaid Hamidi who is the Pengerusi Perhubungan Umno Penang have the answer to counter this rising tide. The only way they can hit back is by manipulating the sermon issue. You hope this will escalate into a tidal wave of resentment.

I say, if we truly love Umno we should stop this childish and very shallow strategy. Offer Penang Malays a better vision and promises of a better future. Zahid Hamidi is wishing he is not the Pengerusi Perhubungan Umno Negeri. Ini kes nyaya kat chek no.

Since capturing Penang from Gerakan and Umno in the last elections, the state government has made serious inroads into winning the hearts and minds of the Muslim community. Mosques and suraus have been receiving a lot of facilities and assistance from the state government. What is the civil thing to do if someone has given you assistance? You say thank you sir.

So the particular imam who created the present controversy who happens to be the brother of the Penang mufti was telling the congregation that Muslims should pray the good deeds undertaken by the state government under Lim Guan Eng are carried out continuously. Muslims are thanking the state government under Lim Guan Eng. In addition, Muslims should be hopeful that Lim Guan Eng embraces Islam. What probably happened was perhaps Guan Eng's name was mentioned in that context.

To me, this is a stupid way of trying to leverage on a religious issue. The present controversy serves to further expose our hypocrisy. For so many years while Penang was under the JV government of Gerakan and Umno, the lot of Penang Malays has not improved greatly. You even had a PM from Penang and he didn't achieve anything much for Penang Malays. He could offer only some nebulous ideas about Islam. People wanted more physical improvements not more sermonising.

Before that you also had a former deputy PM from Penang, who did not achieve much either. All he could do was gurmal here and gurmal there. Senator Koh Tsu Koon could never match what Guang Eng has achieved in 2 years with what he has done all those years while in power. So really, you don't have any defence against what the present state government is doing.

The better action by Penang Malays is to throw out all those useless Umno leaders who rose to prominence not through offering great ideas and thinking, but got where they are by mastering political intrigues. It's the comeuppance for many of these hollow leaders. For years you have come up not through the brilliance of your ideas or competency but you rise because you are more skilful at demolishing your political rivals, you rise by stabbing the backs of your political comrades, you rise because you plot here and there — suddenly you find you don't have the substance to sustain your political relevance.

So you have incompetent Umno leaders thinking they can stand toe to toe with better qualified Gerakan leaders. Suddenly you realise, your skills in removing your own political comrades don't work when dealing with people from other parties.

So I find the Penang Umno leadership and its 'spokesmen' behaving hypocritical in using religion to counter the state government.

Let's have some finesse fellers.

Takut mahasiswa tidak sokong Umno

Benarkanlah mahasiswa berpolitik, apa yang hendak ditakutkan mahasiswa berpolitik. Adakah kerana  takut mahasiswa tidak menyokong Umno? Itu hanya andaian sahaja. Bukankah mahasiswa seorang yang cerdik, kalau bodoh mereka tidak masuk ke universiti. Mereka adalah manusia terpilih dari kalangan 26 juta rakyat di Malaysia. Biarkanlah mereka berpolitik.
Alasan Tan Sri Ibrahim Abu Shah (bekas mantan Naib Canselor UITM) seorang pengampu tegar Umno , takut ganggu pelajaran. Ini alasan yang tidak berpijak kepada kebenaran. Berapa ramai pelajar yang tidak terlibat dalam persatuan dan tidak memperdulikan sekeliling mereka, tetapi kecundang dalam pelajaran. Malahan ramai di kalangan mereka yang hidup berpoya-poya  dan gila dengan budaya hidonisme, akhirnya gagal dalam pelajaran. Tidak dengar pula rungutan daripada pihak universiti bising dalam hal ini.
Kalau ada larangan pelajar  jangan terlibat dengan politik, ini hanya arahan untuk pelajar yang menyokong pembangkang, tidak kepada penyokong Umno. Begitulah juga amaran hanya diberi kepada pensyarah yang membantu pembangkang. Pihak universiti redha dengan pensyarah yang menjadi tali barut Umno di universiti. Sebenarnya Akta Universiti Kolej (AUKU) hanya untuk mereka yang menentang BN, bukan untuk pengampu umno.
Sekarang universiti sudah hilang daya intelektual, sepatutnya kampus bukan tempat untuk mencari pengaruh politik kepartian sempit. Biarkan mahasiswa berpolitik, biarkan mereka tegakkan idealisma mereka. Usah bimbang kepada kelantangan mahasiswa kerana itulah mahasiswa, tidak perlu takut kepada mereka.
Universti ialah sebagai proses pembelajaran, ia mesti berlaku bukan sahaja di dalam kelas. Sepatutnya pendedahan politik kepada mahasiswa adalah perlu kerana ia sebagai medan mengasah bakat kepimpinan pada masa akan datang. Banyak kepimpinan mahasiswa  telah melahirkan tokoh-tokoh politik di pihak pembangkang, kerajaan dan ahli akademik. Perkara ini tidak boleh di nafikan, kerana sejarah telah membuktikan  terserlahnya mereka dalam kepimpinan politik adalah hasil; perjuangan mereka di universiti melalui gelanggang  Majlis Perwakilan Pelajar dan juga kegiatan persatuan di universiti.
Tokoh-tokoh politik yang berada di persada politik tanah air kini samada berada di gelanggang kerajaan atau pembangkang seperti Anwar Ibrahim (Universiti Malaya), Ibrahim Ali (ITM), Ustaz Halim Arshat, bekas Setiausaha Agung PAS (UKM), Fuad Hassan, bekas Exco Kerajaan Negeri Selangor (UKM), Dr Fuad Zarkasyi (UM), Shabery Cheek (UM), Tajudin Abdul Rahman Ahli Parlimen Umno Pasir Salak (UM), Kamarul Zaman Yaakob (UM), Mohd Sabu (ITM), Dr Sanusi Osman (UM), Lutfi Othman (UTM), Saifudin Nasution (UPM), Ustaz Fadhlullah Shuaib (UKM), Ustaz Abu Bakar Chik (UKM). Inilah rekod sejarah kepimpinan mahasiswa yang banyak menyumbangkan kepada pembangunan politik dan intelektual di negara ini.
Pimpinan universiti jangan jadikan mahasiswa  pelajar sekolah yang masih beruniform tadika Kemas. Jangan lacurkan intelektual, sehingga  hilang wibawa dan daya kreatviti. Budaya mengampu inilah menyebabkan kita melihat gred universiti sudah turun  macam kelas dewasa tahun 60 an. Mereka hendak membudakkkan pelajar universiti supaya otak yang sama dengan mereka. Sedangkan pemimpin Umno selalu menyebut untuk menjadi universiti world class tetapi realitinya seperti Universiti  Jawatankuasa Kemajuan Kampung (UJKK).
Saya pernah menyebut dalam Forum di Konvensyen Kepimpinan Mahasiswa yang terdiri daripada  Majlis Perwakilan Pelajar IPTA seluruh negara pada 16 Mei 2005 di Melaka yang dianjurkan oleh Biro Tata Negara. Majlis yang dipengerusikan oleh Dr Junaidi Abu Bakar yang dulunya pernah bertanding atas tiket Islam Penyelamat Ummah (IPU) di UKM, sekarang telah menjadi orang kuat Umno. Saya memberi tahu kepada majlis, kerana waktu itu  ada Timbalan Naib Canselor HEP. Jangan bimbanglah dengan pergerakan pelajar. Kerana ramai di kalangan pimpinan pelajar yang kecundang dalam dakapan pangkat dan wang. Sekadar saya menyebut beberapa nama dahulu merupakan golongan yang anti Umno seperti Dr Fuad Zarkashi daripada PMUM sekarang Timbalan Menteri Pelajaran dan Ketua Bahagian Umno Batu Pahat, Datuk Shabery Cheek, Presiden PMUM sekarang Menteri Belia Dan Sukan,  Datuk Zaidi Mohd Zin bekas Timbalan Presiden PMUM, sekarang  Umno bahagian Serdang, Johan Che Pa Timbalan Presiden PMUM sekarang Naib Ketua Bahagian Umno Pasir Mas, Abdul Rahman Shaik, Timbalan Presiden PMUPM sekarang AJK Bahagian Teluk Intan, Ismail Said Ahli Parlimen Kuala Krau, Pahang, bekas speaker PMUKM sesi 87/88 zaman saya menjadi presiden PMUKM. Oleh itu pihak universiti biarkan mereka berpolitik secara sihat di atas padang yang rata. Jangan ganggu mereka. Pilihan politik mereka adalah hak mereka, mahasiswa adalah orang cerdik, mereka tidak boleh diperalatkan oleh mana-mana pihak.
Saya ucap tahniah kepada Datuk Saifudin Abdullah, Timbalan Menteri Pengajian Tinggi yang memperjuangkan supaya mahasiwa dibenarkan berpolitik. Walaupun cadangan ini ditolak oleh kabinet pada 10 Ogos 2010, sekurang-kurangnya beliau telah membawa aspirasi beliau sebagai bekas pimpinan pelajar di Universiti Malaya satu ketika dahulu.
Kabinet tolak kerana mereka bimbang ia akan memberi kesan yang buruk kepada perjuangan Umno pada masa akan datang. Pemimpin BN dengan penuh tawaduk tahu, sekarang zaman rakyat tidak mahu kepada Umno. Mereka yang menyokong Umno hanya terdiri dari kalangan mereka yang buta maklumat dan yang ada kepentingan projek, itu pun hanya Umno projek, bukan Umno ideologi. Kabinet tahu ketika pelajar tidak dibenarkan terlibat dalam politik sekarang, Umno ditolak di universti apabila calon proksi Umno ditolak setiap kali pilihanraya Majlis Perwakilan Pelajar.  Umno terpaksa bertungkus lumus dengan membuat macam-macam cara supaya proksi mereka menang melalui orang suruhan yang menjadi abdi mereka di universiti.
Walaupun tindakan jahat mereka lakukan, namun mereka tetap gagal dalam setiap kali pilihanraya kampus. Maka sekarang mereka mengubah sistem dan peraturan rimba untuk menang dalam pilihan raya seperti dikenakan deposit, ada temuduga, tidak dibenarkan berkempen dan mencetak poster. Mereka melawan bukan sebagai  anak jantan . Mungkin mereka belajar daripada bapa mereka Umno di luar kampus.

Kedutaan M'sia dilempar najis, bendera dipijak

Kedutaan Besar Malaysia ke Indonesia di Jakarta telah dilempar najis manusia oleh penunjuk perasaan daripada kumpulan Benteng Demokrasi Rakyat (BENDERA) pada satu demonstrasi petang ini.

Seorang daripada 37 penunjuk perasaan itu telah melemparkan najis itu ke dalam perkarangan kedutaan itu melepasi pintu pagar hadapan dan di atas kepala barisan anggota polis Indonesia yang sedang mengawal ketat di hadapan bangunan itu.

Mereka turut melepaskan najis itu ke atas bendera Malaysia yang dipijak-pijak di atas jalan tempat mereka berkumpul di hadapan kedutaan itu.

Kumpulan itu sebelumnya telah membawa lima bungkusan najis itu, ada yang diletakkan dalam kertas bungkusan makanan, dalam plastik dan dalam kotak polisterin dan dinyatakan sebagai "hadiah" untuk Duta Besar Malaysia ke Indonesia kerana Malaysia selama ini telah beberapa kali memberi "najis" yang lebih kotor kepada Indonesia.

Dengan tiba-tiba seorang daripada mereka melempar bungkusan kertas berisi najis itu ke dalam pagar kedutaan itu dan pada masa yang sama, najis turut dilepaskan ke atas bendera Malaysia yang mereka sedang pijak itu.

Demonstrasi itu diadakan bagi menandakan kemarahan mereka terhadap Malaysia yang mereka dakwa telah merendahkan maruah Indonesia dalam insiden di perairan Bintan pada 13 Ogos lalu apabila polis Malaysia menahan tiga pegawai penguatkuasa Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Ia juga untuk menyatakan kekecewaan rakyat terhadap kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dikatakan sangat lemah menghadapi Malaysia.

Berikutan kejadian lempar najis itu polis Indonesia menangkap tiga orang pelaku berkenaan.

Demonstrasi itu berlangsung selama sejam.

Seorang wakil kumpulan itu kemudian memberitahu wartawan yang meliputi peristiwa itu bahawa mereka telah memberi kata dua kepada polis Indonesia iaitu lepaskan rakan-rakan mereka itu daripada tahanan atau mereka akan melakukan operasi usir rakyat Malaysia petang ini.

Operasi yang dinamakan "Sweeping Rakyat Malaysia" itu dirancang akan dilakukan di hadapan bangunan kumpulan itu di Jalan Diponegoro, Menteng, di Jakarta.

Polis Indonesia telah menugaskan ramai anggota untuk mengawal ketat di hadapan bangunan kedutaan Malaysia, setelah mendapat maklumat bahawa demonstrasi berkenaan akan disertai antara 300 dan 500 penunjuk perasaan.

Dalam insiden di perairan Malaysia-Indonesia itu, bahagian penguatkuasa Kementerian Kelautan dan Perikanan menahan tujuh nelayan Malaysia manakala Polis Marin Malaysia pula menahan tiga pegawai pengkuatkuasa kementerian dari Indonesia itu, masing-masing kerana didakwa menceroboh wilayah masing-masing.

Kedua-dua negara kemudian membebaskan tahanan-tahanan itu pada 17 Ogos lalu.

- Bernama

Agenda Apa..!! Bakar Gereja, Bakar Surau, Simbah Cat Pada Surau, Kepala Babi Di Masjid..!! Khutbah...Kalimah Allah...??? OPERASI LALANG 2..........

Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Negeri Sembilan, ACP Mohd Zaki Masroh menunjukkan sebahagian daripada pintu cermin dan dinding Surau Taman Pulai Impian, Sikamat di Seremban, yang disimbah dengan cat merah serta botol arak dalam kejadian awal pagi tadi. Foto BERNAMA
 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
gambar kepala babi di surau umgambar kepala babi di surau um
Aku tidak tahu la apa motif sebenarnya. tapi nampak sangat macam cuba nak menaikkan lagi kemarahan umat Islam. tidak dapat dipastikan pihak mana yang melakukan perbuatan ini. Tidak boleh juga menuduh sesiapa. tiada bukti kukuh.Tiada cctv.
=======================================================================================================================================
Kepala babi dilontar dalam perkarangan dua masjid

Wang juga dijumpai bertaburan
Sementara itu, satu beg plastik yang berisi dua kepala babi hutan di temui di tempat letak kereta Masjid Al-Imam Al-Tirmizi oleh seoang penduduk, Sharif Shaari, 57, yang datang pada jam 5.45 pagi tadi untuk mengerjakan solat Subuh.
Sharif, seorang peniaga, bersama seorang kawannya ternampak beg plastik itu tetapi tidak menyangka ia berisi kepala babi, lalu mereka terus masuk ke masjid untuk mengerjakan solat.

Selepas mengerja solat Subuh, mereka keluar semula untuk memeriksa beg tersebut dan terkejut apabila mendapati ia mengandungi dua kepala babi hutan.
Mereka juga ternampak kepingan wang kertas ditaburkan di situ. Ia termasuk sekeping wang RM1, RM5 dan RM10 - kesemunya bernilai kira-kira RM35.
Mereka kemudian terus masuk semula ke masjid dan memaklumkan perkara itu kepada imam masjid berkenaan, Zulkifli mohamad.

Seorang daripada mereka menelefon pihak polis yang tiba kira-kira 6.40 pagi tadi.

Budaya Baru Melaaaayu Malaysia.

Subuh tadi... gua duduk melepak jap kat koridor masjid dengan dua tiga orang member jemaah, salah sorang member ni katanya dia kena buat Tesis berkaitan Budaya Melayu di Malaysia, dan cuba mendapatkan pandangan serta pendapat daripada kami semua.

So... masing2 bagilah serba sedikit input kepada beliau mengikut kemampuan kepala otak masing2, bila tiba giliran gua... mulalah gua blur dot.com sebab yang lainnya dah sebutkan segala mak nenek budaya yang ada, fikir... punya fikir... akhirnya gua suruh dia tambahkan Budaya terbaru masyarakat Melayu, iaitu....


Budaya Buang Bayi/Anak.

Alasan gua mudah dan simple... Budaya ini sedang berkembang segar dalam masyarakat melayu dan sudah menjadi trend masa kini... amacam best tak...???? Kalau boleh masukkan dalam Guiness World of Record lagi canteeekkkkkk.... 
IkutSukaAku

Dokumentari Razak gagal sebut peranan Ismail

Dokumentari terbitan National Geographic yang memaparkan perjalanan hidup perdana menteri kedua Malaysia, Tun Abdul Razak Hussein dianggap menarik dan mantap dari segi penerbitan dan persembahan tetapi mempunyai plot atau jalan cerita yang tidak sempurna.

Paling ketara, peranan Tun Dr Ismail Abdul Rahman yang ketika itu adalah menteri dalam negeri langsung tidak disebut - baik secara profesional, mahupun secara peribadi.

Menurut pengarah dokumentari itu, Justin Ong, selepas tayangan perdana dokumentari berkenaan di Kuala Lumpur, ia dilakukan demi kepentingan cerita yang cuba dipaparkan.

“Kami ingin fokus kepada aspek tertentu sepanjang kehidupannya.”

“Malah, masih banyak lagi personalti dan isu yang ingin kami gabungkan tetapi tidak dapat dilakukan,” jelas pengarah itu.

Ini, menurut Ong adalah kerana untuk menggambarkan 'cerita yang lebih besar' mereka hanya memasukkan apa yang dianggap penting dan relevan sahaja untuk dimuatkan dalam dokumentari sejam itu.

Diasak mengapa Ismail tidak dipaparkan kerana beliau bersama Abdul Razak berperanan penting dalam peristiwa berdarah 13 Mei dan juga Dasar Ekonomi Baru, yang disentuh secara agak mendalam dalam dokumentari berkenaan, Ong gagal memberi penjelasan memuaskan.

Malah, Ismail ada antara segelintir rakan dan pemimpin yang dimaklumkan oleh Abdul Razak berhubung rahsia besarnya mengenai sakit leukemia yang dihadapinya.

'Pengorbanan' Abdul Razak yang merahsiakan penyakitnya daripada umum “demi kepentingan negara” juga disentuh dalam pembikinan dokumentari itu tetapi yang menjadi tandatanya orang yang mengetahui rahsia itu langsung tidak disebut.

“Rakaman pertama adalah lebih panjang, kami terpaksa menyunting bagi mengeluarkan lebih banyak...,” tambah ketua wilayah Asia, National Geographic, Basil Chua.

Ch
ua berkata dokumentari itu dibuat supaya ia bersesuaian kepada semua peringkat umur, daripada lima tahun sehingga kepada mereka yang hidup pada zaman Abdul Razak, menjelaskan kesingkatan dan beberapa subjek yang ditinggalkan itu.

Dokumentari itu juga mempertahankan Abdul Razak daripada dakwaan bahawa beliau bertanggungjawab mendalangi kejatuhan bapa kemerdekaan Malaysia dan perdana menteri pertama, Tunku Abdul Rahman.

Isu Khutbah : Bagaimana Kalau Doakan KM/MB Bukan PR?


Sejak seminggu yang lalu isu doa khutbah Jumaat telah menjadi satu perkara hangat yang diperkatakan setelah Pengerusi Badan Perhubungan UMNO Negeri Pulau Pinang, Ahmad Zahid Hamidi menzahirkan kekecewaan beliau selepas mempegerusikan mesyuarat Badan Perhubungan UMNO Negeri Pulau Pinang di Tasek Gelugor pada 19 Ogos.

Pendedahan beliau yang menyatakan terdapat khatib di dalam kawasan Parlimen Tasek Gelugor, Permatang Pauh dan Jelutong telah mendoakan Ketua Menteri Pulau Pinang, Lim Guan Eng menggantikan doa yang sepatutnya dibacakan kepada Yang di-Pertuan Agong dan Tuan Yang Terutama,Yang di-Pertua Negeri Pulau Pinang.

Namun begitu isu ini dengan spontan mendapat reaksi positif dari UMNO dan Barisan Nasional setelah Kerajaan Negeri Pulau Pinang membuat penafian atas apa yang didakwa berlaku dalam bacaan doa khutbah tersebut.

Exco Hal Ehwal Agama Islam Pulau Pinang, Abdul Malik Abul Kassim dalam kenyataan beliau pada 20 Ogos di pejabatnya telah menafikan dakwaan yang dibuat berdasarkan kepada teks khutbah yang dikeluarkan oleh Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Pulau Pinang (JHEAIPP) memang tidak meletakkan nama Ketua Menteri sebagai doa dalam khutbah tersebut.

Manakala dalam sidang media pada 21 Ogos pula, sekali lagi Abdul Malik bersama-sama dengan Timbalan Ketua Menteri 1, Mansor Othman dan Timbalan Pesuruhjaya 1 PAS Pulau Pinang, Mujahid Yusof Rawa telah memberi amaran kepada UMNO supaya tidak menjadikan isu agama sebagai meraih sokongan masyarakat Melayu di Pulau Pinang.

Mujahid: Masalahnya istilah "ganti"

Mujahid dalam kenyataannya juga meminta UMNO supaya mengenal pasti dengan bukti ada khutbah yang menggantikan nama Yang di-Pertuan Agong kepada Ketua Menteri, Lim Guan Eng.

Dalam kenyataan media tersebut beliau juga berkata, jika doa untuk meminta kesejahteraan adalah "standard" dan tidak boleh diubah kepada nama-nama lain.

"Namun jika doa yang dibaca secara umum untuk diberikah hidayah, saya rasa itu tidak ada masalah kerana ia suatu perkara yang biasa apabila rakyat berdoa untuk diberi petunjuk kepada sesiapa sahaja termasuk Ketua Menteri."

"Apa yang menjadi isu iaitu satu fitnah UMNO terhadap Kerajaan Negeri ialah perkataan 'ganti' yang digunakan dan ia satu pembohongan besar yang sengaja diperbesarkan UMNO untuk menimbulkan kemarahan rakyat di Pulau Pinang," katanya lagi.

MAZA: Tidak salah untuk doakan sesiapa, tapi...

Sementara itu bekas Mufti Perlis, Mohd Asri Zainul Abidin dalam kenyataan beliau turut menyatakan pada zaman Rasulullah s.a.w. Baginda turut mendoakan supaya Allah s.w.t.menurunkan hidayah kepada Sayyidina Umar Al Khattab supaya menerima agama Islam.

"Sebenarnya tidak salah untuk mendoakan kepada sesiapa, tetapi kita perlu melihat konteks doa itu sendiri, apakah tujuan dan matlamat doa ini. Pada asalnya di dalam mana-mana khutbah, tidak semestinya perlu menyebut nama sesiapa kerana ia bukan menjadi rukun bagi khutbah."

Beliau menyambung, "Bagaimana pun sekiranya ingin menyebut nama seseorang di dalam khutbah tidak menjadi satu kesalahan."

Masjid Jamek Padang Menora, Tasek Gelugor dan Masjid Jamek Kubang Buaya, Butterworth adalah antara masjid yang telah dikenal pasti berlakunya bacaan doa khutbah oleh ustaz Zakaria Ahmad selaku khatib jemputan.

Turut didakwa berlakunya bacaan doa khutbah yang melibatkan nama Ketua Menteri ialah masjid dalam kawasan Jelutong dan Permatang Pauh. Namun begitu sehingga ini belum ada nama masjid yang tepat dinyatakan.

Rentetan daripada itu dalam sidang media semalam yang dihadiri oleh Timbalan Ketua Menteri 1, Mansor Othman, Exco Kerajaan Negeri Abdul Malik Abul Kassim, Speaker Dewan Undangan Negeri, Abdul Halim Hussain, Exco Kerajaan Negeri merangkap Pengerusi DAP Pulau Pinang, Chow Kon Yeow dan Timbalan Pesuruhjaya II PAS Pulau Pinang, Rosidi Hussain kesepakatan yang dicapai ialah menyarankan supaya tindakan diambil terhadap khatib yang terlibat sekiranya terbukti kebenarannya.

Mansor juga mendakwa tuduhan yang dibuat oleh UMNO terhadap Kerajaan Negeri dalam isu doa khutbah Jumaat ini adalah fitnah jahat seolah-olah arahan dari Kerajaan Negeri untuk menggunakan nama Lim Guan Eng.

Beliau juga berkata, Lim tidak pernah menerima atau mengarahkan mana-mana pihak untuk menggunakan nama beliau dalam teks khutbah Jumaat seperti yang didakwa oleh UMNO.

Bagaimana kalau KM/MB bukan dari PR?

Dalam pada itu sepatutnya semua pihak tidak menjadikan isu agama sebegini sebagai satu modal politik walaupun mempunyai ideologi yang berbeza.

Ulama dan para ilmuan agama harus bangun dan menyatakan hakikat kebenaran isu doa dalam khutbah kedua solat Jumaat ini. Apakah ianya menggugat khutbah Jumaat tersebut dari segi sah atau sebaliknya?

Sudah pasti masyarakat yang kurang mahir dalam ilmu agama dan syarat sah serta rukun khutbah yang tidak mewajibkan doa untuk dibaca kepada mana-mana pemimpin ini akan tertanya-tanya kedudukan sebenarnya.

Apa yang pasti lima rukun khutbah wajib ada. Pertamanya ialah dimulai dengan pujian bagi Allah seperti Alhamdulillah. Keduanya diikuti dengan salawat kepada junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w. Yang ketiganya ialah mengandungi pesanan kepada jemaah agar bertaqwa kepada Allah. Yang keempatnya pula ialah membaca satu ayat Al-Quran samada pada khutbah pertama atau kedua. Yang akhirnya ialah mendoakan setiap muslim pada khutbah kedua.

Apabila polemik ini timbul maka kemungkinan besar masyarakat akan bertanya bagaimana pula sekiranya doa dibacakan untuk pemimpin seperti Menteri Besar atau Ketua Menteri yang datangnya dari parti lain selain dari Pakatan Rakyat? Persoalan juga kemungkinan timbul apakah akan wujud juga bantahan sedemikian terhadap khatib tersebut sepertimana yang berlaku kini? -Nazar hashim (MR)

MACAM MACAM CARA NAK TUNJUK BODOH !

BANGANG YANG TURUN TEMURUN


SEMANGAT PATRIOTIK - melayau

SIAPA kata rakyat Malaysia sekarang tidak mempunyai semangat patriotik dan tidak lagi mencintai tanah airnya?Ini kerana, sesiapa sahaja yang melihat kereta ini tentu terpegun dengan semangat patriotik pemiliknya, Kandapan a/l Murugesu yang sanggup menghias kenderaannya dengan bendera Malaysia dan gambar pemimpin negara.

Kenderaan pelbagai guna (MPV) milik ahli perniagaan itu dihias dengan gambar kesemua enam Perdana Menteri Malaysia dan juga pemimpin UMNO, MIC dan MCA.

Semangat kemerdekaan Kandapan harus dicontohi kerana beliau sanggup membelanjakan lebih RM20,000 untuk menghias kenderaannya dan mengadakan konvoi merdeka.Konvoi berkonsepkan satu Malaysia sejauh 53 kilometer yang diadakan di Pasir Gudang, Johor Bahru, semalam itu disertai oleh 80 buah motosikal berkuasa tinggi daripada Kelab Jb Bikers, Jaguh Selatan Bikers dan Dragon Bikers.

KAH KAH KAH..

woit… KALAU INI DI PANGGIL PATRIOTIK … YANG GILA NAK PANGGIL APA?..... kah kah kah..

woit… KALAU INI PATRIOTIK….. YANG BANGANG NAK PANGGIL APA?.... kah kah kah..

kah kah kah…GILA INI ADA SERIBU SEMBILAN PULUH SEMBILAN MACAM… kah kah kah…

kah kah kah… BILA CAKAP KELING GILA…. MARAH… kah kah kah..

kah kah kah…. TAPI INILAH DIANYA ANEE BANGANG…. kah kah kah…
TT