Jumaat, 18 September 2009

N31 Bagan Pinang : Kisah Ka’ab bin Malik Dalam Perang Tabuk

Oleh : Embun Tarbiyah

Kisah ini bukan kisah pertama yang ditulis di buku Teladan Tarbiyah yang saya ulas di artikel sebelumnya. Dalam buku itu kisah ini masuk dalam bagian At-Tajarrud. Mungkin di antara kita sudah sering mendengar kisah tentangnya. Biasanya kisahnya dihubungkan dengan kefuturan. Dulu saya pertama membaca kisahnya dalam buku “Yang Berguguran di Jalan Dakwah” karya Fathiyakan. Semoga bisa bermanfaat.

Pada perang Tabuk, ada beberapa sahabat yang tidak berangkat berperang. Salah satu di antar mereka. Salah satu di antara mereka adalah Ka’ab bin Malik. Marilah kita dengarkan cerita Ka’ab yang menunjukkan kejujuran imannya, usai turunnya pengampunan Allah atas dosanya.

“Aku sama sekali tidak pernah absent mengikuti semua peperangan bersama Rasululah saw, kecuali dalam perang Tabuk. Perihal ketidakikutsertaanku dalam perang Tabuk itu adalah karena kelalaian diriku terhadap perhiasan dunia, ketika itu keadaan ekonomiku jauh lebih baik daripada hari-hari sebelumnya. Demi Allah, aku tidak pernah memiliki barang dagangan lebih dari dua muatan onta, akan tetapi pada waktu peperangan itu aku memikinya.

Sungguh, tidak pernah Rasullah saw. merencanakan suatu peperangan melainkan beliau merahasiakan hal itu, kecuali pada perang Tabuk ini. Peperangan ini, Rasulullah saw. lakukan dalam kondisi panas terik matahari gurun yang sangat menyengat, menempuh perjalanan nan teramat jauh, serta menghadapi lawan yang benar-benar besar dan tangguh. Jadi, rencananya jelas sekali bagi kaum muslimin untuk mempersiapkan diri masing-masing menuju suatu perjalanan dan peperangan yang jelas pula.

Rasulullah saw. mempersiapkan pasukan yang akan berangkat. Aku pun mempersiapkan diri untuk ikut serta, tiba-tiba timbul pikiran ingin membatalkannya, lalu aku berkata dalam hati, “Aku bisa melakukannya kalau aku mau!”
Akhirnya, aku terbawa oleh pikiranku yang ragu-ragu, hingga para pasukan kaum muslimin mulai meninggalkan Madinah. Aku lihat pasukan kaum muslimin mulai meninggalkan Madinah, maka timbul pikiranku untuk mengejar mereka, toh mereka belum jauh. Namun, aku tidak melakukannya, kemalasan menghampiri dan bahkan menguasai diriku.

Tampaknya aku ditakdirkan untuk tidak ikut Akan tetapi, sungguh aku merasakan penderitaan batin sejak Rasulullah saw. meninggalkan Madinah. Bila aku keluar rumah, maka di jalan-jalan aku merasakan keterkucilan diri sebab aku tidak melihat orang kecuali orang-orang yang diragukan keislamannya. Merekalah orang-orang yang sudah mendapatkan rukhshah atau ijinAllah Ta’ala untuk uzur atau kalau tidak demikian maka mereka adalah orang-orang munafik. Padahal, aku merasakan bahwa diriku tidak termasuk keduanya.

Konon, Rasulullah saw. tidak menyebut-nyebut namaku sampai ke Tabuk. Setibanya di sana, ketika beiau sedang duduk-duduk bersama sahabatnya, beliau bertanya, “Apa yang dilakukan Ka’ab bin Malik?”
Seorang dari Bani Salamah menjawab, “Ya Rasulullah, ia ujub pada keadaan dan dirinya!” Mu’az bin Jabal menyangkal, “Buruk benar ucapanmu itu! Demi Allah, ya Rasulullah, aku tidak pernah mengerti melainkan kebaikannya saja!”Rasulullahsaw. hanya terdiam saja.

Beberapa waktu setelah berlalu, aku mendengar Rasulllah saw. kembali dari kancah jihad Tabuk. Ada dalam pikiranku berbagai desakan dan dorongan untuk membawa alasan palsu ke hadapan Rasulullah saw., bagaimana caranya supaya tidak terkena marahnya? Aku minta pandapat dari beberapa orang keluargaku yang terkenal berpikiran baik. Akan tetapi, ketika aku mendengar Nabi saw., segera tiba di Madinah, lenyaplah semua pikiran jahat itu. Aku merasa yakin bahwa aku tidak akan pernah menyelamatkan diri dengan kebatilan itu sama sekali. Maka, aku bertekad bulat akan menemui Rasulullah saw. dan mengatakan dengan tidak sebenarnya.

Pagi-pagi, Rasulullah saw. memasuki kota Madinah. Sudah menjadi kebiasaan, kalau beliau kembali dari suatu perjalanan, pertama masuk ke masjid dan shalat dua rakaat. /Demikian pula usai dari Tabuk, selesai shalat beliau kemudian duduk melayani tamu-tamunya. Lantas, berdatanganlah orang-orang yang tidak ikut perang Tabuk dengan membawa alasan masing-masing diselingi sumpah palsu untuk menguatkan alasan mereka. Jumlah mereka kira-kira delapan puluhan orang. Rasulullah saw. menerima alasan lahir mereka; dan mereka pun memperbaharui baiat setia mereka. Beliau memohonkan ampunan bagi mereka dan menyerahkan soal batinnya kepada Allah. Tibalah giliranku, aku datang mengucapkan salam kepada beliau. Beliau membalas dengan senyuman pula, namun jelas terlihat bahwa senyuman beliau adalah senyuman yang memendam rasa marah. Beliau kemudian berkata, “Kemarilah!”

Aku pun menghampirinya, lalu duduk di hadapannya. Beliau tiba-tiba bertanya, “Wahai Ka’ab, mengapa dirimu tidak ikut? Bukankah kau telah menyatakan baiat kesetianmu?”
Aku menjawab, “Ya Rasulullah! Demi Allah. Kalau duduk di hadapan penduduk bumi yang lain, tentulah aku akan berhasil keluar dari amarah mereka dengan berbagai alasan dan dalil lainnya. Namun, demi Allah. Aku sadar kalau aku berbicara bohong kepadamu dan engkau pun menerima alasan kebohonganku, aku khawatir Allah akan membenciku.

Kalau kini aku bicara jujur, kemudian karena itu engkau marah kepadaku, sesungguhnya aku berharap Allah akan mengampuni kealpaanku. Ya Rasululah saw., demi Allah, aku tidak punya uzur. Demi Allah, keadaan ekonomiku aku tidak pernah stabil disbanding tatkala aku mengikutimu itu!”
Rasulullah berkata, “Kalau begitu, tidak salah lagi. Kini, pergilah kau sehingga Allah menurunkan keputusan-Nya kepadamu!”

Aku pun pergi diikuti oleh orang-orang Bani Salamah. Mereka berkata kepada, “Demi Allah. Kami belum pernah melihatmu melakukan dosa sebelum ini. Kau tampaknya tidak mampu membuat-buat alasan seperti yang lain, padahal dosamu itu sudah terhapus oleh permohonan ampun Rasulullah!”

Mereka terus saja menyalahkan tindakanku itu hingga ingin rasanya aku kembali menghadap Rasullah saw. untuk membawa alasan palsu, sebagaimana orang lain melakukannya.
Aku bertanya kapada mereka, “Apakah ada orang yang senasib denganku?”
Mereka menjawab, “Ya! Ada dua orang yang jawabannya sama dengan apa yang kau perbuat. Sekarang mereka berdua juga mendapat keputusan yang sama dari Rasulullah sebagaimana keadaanmu sekarang!”

Aku bertanya lagi, “Siapakah mereka itu?”

Mereka menjawab, “Murarah bin Rabi’ah Al-Amiri dan Hilal bin Umayah Al-Waqifi.”
Mereka menyebutkan dua nama orang shalih yang pernah ikut dalam perang Badr dan yang patut diteladani. Begitu mereka menyebutkan dua nama orang itu, aku bergegas pergi menemui mereka.

Tak lama setelah itu, aku mendengar Rasululah melarang kaum muslimin berbicara dengan kami bertiga, di antara delapan puluhan orang yang tidak ikut dalam perang tersebut.
Kami mengucilkan diri dari masyarakat umum. Sikap mereka sudah lain kapada kami sehingga rasanya aku hidup di suatu negeri yang lain dari negeri yang aku kenal sebelumnya. Kedua rekanku itu mendekam di rumah masing-masing menangisi nasib dirinya, tetapi aku yang paling kuat dan tabah di antara mereka. Aku keluar untuk shalat jamaah dan kaluar masuk pasar meski tidak seorang pun yang mau berbicara denganku atau menanggapi bicaraku. Aku juga datang ke majilis Rasullah saw. sesudah beliau shalat. Aku mengucapkan salam kepada beliau, sembari hati kecilku bertanya-tanya memperhatikan bibir beliau, “Apakah beliau menggerakkan bibirnya menjawab salamku atau tidak?”

Aku juga shalat dekat sekali dengan beliau. Aku mencuri pandang melihat pandangan beliau. Kalau aku bangkit mau shalat, ia melihat kepadaku. Namun, apabila aku melihat kepadanya, ia palingkan mukanya cepat-cepat. Sikap dingin masyarakat kepadanya, ia palingkan mukanya cepat-cepat. Sikap dingin masyarakat kepadaku terasa lama sekali. Pada suatu hari, aku mengetuk pintu paga Abu Qaradah, saudara misanku dan ia adalah saudara yang paling aku cintai. Aku mengucapkan salam kepadanya, tetapi demi Allah, ia tidak menjawab salamku.
Aku menegurya, “Abu Qatadah! Aku mohon dengan nama Allah, apakah kau tau bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya?”

Ia diam. Aku mengulangi permohonanku itu, namun ia tetap terdiam. Aku mengulangi permohonanku itu, namun ia tetap terdiam. Aku mengulanginya sekali lagi, tapi ia hanya menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu!”

Air mataku tidak tertahankan lagi. Kemudian aku kembali dengan penuh rasa kecewa.
Pada suatu hari, aku berjalan-jalan ke pasar kota Madinag. Tiba-tiba datanglah orang awam dari negeri Syam. Orang itu biasanya mengantarkan dagangan pangan ke kota Madinah. Ia bertanya, “Siapakah yang mau menolongku menemui Ka’ab bin Malik?”

Orang-orang di pasar itu menunjuk kepdaku, lalu orang itu datang kepadaku dan menyerahkan sepucuk surat kepadaku dan menyerahkan sepucuk surat dari raja Ghassan. Setelah kubuka, isinya sebagai berikut, “… Selain dari itu, bahwa sahabatmu sudah bersikap dingin terhadapmu. Allah tidak menjadikan kau hidup terhina dan sirna. Maka, ikutlah dengan kami di Ghassan, kamu akan menghiburmu!”
Hatiku berkata ketika membaca surat itu, “Ini juga salah satu ujian!” Lalu aku memasukkan surat itu ke dalam tungku dan membakarnya.
Pada hari yang ke-40 dari pengasinganku di kampong halaman sendiri, ketika aku menanti-nantikan turunnya wahyu tiba-tiba datanglah kepadaku seorang pesuruh Rasulullah saw. menyampaikan pesannya, “Rasulullah memerintahkan kepadamu supaya kamu menjauhi istrimu!”

Aku semakin sedih, namun aku juga semakin pasrah kepada Allah, hingga terlontar pertanyaanku kepadanya, “Apakah aku harus menceraikannya atau apa yang akan kulakukan?”

Ia menjelaskan, “Tidak. Akan tetapi, kamu harus menjauhkan dirimu darinya dan menjauhkannya dari dirimu!”

Kiranya Rasulullah juga sudah mengirimkan pesannya kepada dua sahabatku yang bernasib sama. Aku langsung memerintahkan kepada istriku, “Pergilah kau kepada keluargamu sampai Allah memutuskan hukumnya kepada kita!”
Istri Hilal bin Umaiyah datang menghadap Rasulullah saw. lalu ia bertanya, “Ya Rasulullah, sebenarnya Hilal bin Umaiyah seorang yang sudah sangat tua, lagi pula ia tidak memiliki seorang pembantu. Apakah ada keberatan kalau aku melayaninya di rumah?”

Rasulullah saw. menjawab, “Tidak! Akan tetapi ia tidak boleh mendekatimu!”
Istri Hilal menjelaskan, “Ya Rasulullah! Ia sudah tidak bersemangat pada yang itu lagi. Demi Allah, yang dilakukannya hanya menangisi dosanya sejak saat itu hingga kini!”

Ada seorang familiku yang juga mengusulkan, “Coba minta izin kepada Rasulullah supaya istrimu melayai dirimu seperti halanya istri Hilal bin Umayah!”
Aku menjawab tegas, “Tidak Aku tidak akan minta izin kepada Rasulullah saw. tentang istriku. Apa katanya kelak, sedangkan aku masih muda?”
Akhirnya, hari-hari selanjutnya aku hidup seorang diri di rumah. Lengkaplah bilangan malam sejak orang-orang dicegah berbicara denganku menjadi 50 hari 50 malam. Pada waktu sedang shalat subuh di suatu pagi dari malam yang ke-50 ketika aku sedang dudung berdzkir minta ampun dan mohon dilepaskan dari kesempitan hidup dalam alam yang luas ini, tiba-tiba aku mendengar teriakan orang-orang memanggil namaku. ‘Wahai Ka’ab bin Malik, bergembiralah! Wahai Ka’ab bin Malik, bergembiralah!”

Mendengar berita itu aku langsung sujud memanjatkan syukur kepada Allah. Aku yakin pembebasan hukuman telah dikeluarkan. Aku yakin, Allah telah menurunkan ampunan-Nya.
Rasulullah menyampaikan berita itu kepada shahabat-shahabatnya seusai shalat shubuh bahwa Allah telah mengampuni aku dan dua orang shahabatku. Berlomba-lombalah orang mendatangi kami, hendak menceritakan berita germbira itu. Ada yang datang dengan berkuda, ada pula yang datang dengan berlari dari jauh mendahului yang berkuda. Sesudah keduanya sampai di hadapanku, aku berikan kepada dua orang itu kedua pakaian yang aku miliki. Demi Allah, saat itu aku tidak memiliki pakaian kecuali yang dua itu.
Aku mencari pinjaman pakaian untuk menghadap Rasullah. Ternyata aku telah disambut banyak orang dan dengan serta merta mereka mengucapkan selamat kepadaku. Demi Allah, tidak seorang pun dari muhajirin yang berdiri dan memberi ucapan selamat selain Thal’ah. Sikap Thalhah itu tak mungkin aku lupakan. Sesudah aku mengucapkan salam kepada Rasulullah, mukanya tampak cerah dan gembira, katanya kemudian, “Bergembiralah kau atas hari ini! Inilah hari yang paling baik bagimu sejak kau dilahirkan oleh ibumu!”
“Apakah dari Allah ataukah dari engkau ya Rasulullah?” tanyaku sabar.
“Bukan dariku! Pengampunan itu datangnya dari Allah!” jawab Rasul saw.
Demi Allah, aku belum pernah merasakan besarnya nikmat Allah kepadaku sesudah Dia memberi hidayah Islam kepadaku, lebih besar bagi jiwaku daripada sikap jujurku kepada Rasulullah saw.”
Ka’ab lalu membaca ayat pengampunannya itu dengan penuh haru dan syahdu, sementara air matanya berderai membasahi kedua pipinya.
“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah melainkan kepada-Nya saja. Kemudian, Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah:118)

)|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|( )|(

Gimana setelah membaca kisah di atas?

Sekarang kita hubungkan dengan kehidupan saat ini. Kalau Ka’ab bin Malik absen dari perang, kalau kita saat ini kita hubungkan dengan amanah-amanah kita. Bagaimana sikap kita ketika mendapat seruan untuk dakwah? Bagaimana sikap kita ketika mendapatkan amanah? Apakah kita memiliki ruhul istijabah dan bersigera untuk melaksanakannya? Apakah justru sebaliknya kita merasa enggan, malas dan akhirnya tidak berangkat seperti kisahnya Ka’ab bin Malik itu?
Kondisi yang dialami Ka’ab bin Malik saat itu adalah contoh kondisi ketika mengalami futur, ketika kondisi keimanannya lemah. Ka’ab bukan termasuk golongan orang munafik yang mengudzurkan dirinya untuk tidak ikut perang dengan berbagai alasan. Tetapi beliau jujur kepada Rasulullah menyadari kesalahannya dan bertaubat. Beliau segera bangkit dari kondisi futurnya dan ikhlas menerima hukuman apapun. Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita akan mengudzurkan diri kita dengan berbagai alasan ketika kita diberi amanah, padahal alasan sebenarnya karena kemalasan kita. Apakah kita akan menyalahgunakan kepandaian kita untuk membuat-buat alasan. Apakah kita sering gak datang syuro tanpa alasan yang syar’i karena kita males atau mendahulukan yang lain yang tidak penting. Atau mungkin datang tapi sengaja telat karena menunda-nunda keberangkatannya tanpa ada udzur apapun. Padahal dalam sebuah ayat Al Qur’an, kita disuruh untuk berangkat jihad dalam keadaan merasa berat maupun ringan.
Coba kita simak surat At-Taubah:41-49

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
Semoga Allah mema`afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.

Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.

Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. Dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.”

Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.
Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.
Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. (QS.At-Taubah:41-49)

Dan bagaimana pula sikap kita jika kita ditegur terhadap kekhilafan kita? Apakah kita akan ikhlas menerimanya dan berusaha memperbaikinya serta bersikap tajarud seperti halnya Ka’ab ataukah kita justru mutung, merasa kecewa dan akhirnya keluar dari jalan ini.

Tetapi jika ada saudara kita yang melakukan kekhilafan atau futur seperti Ka’ab dan dua orang sahabatnya itu jangan kita memperlakukan saudara kita seperti mereka, mengasingkan sampai 50 hari gitu, ntar dan semakin terperosok dalam kefuturan dan akhirnyaJmalah mutung berguguran di jalan dakwah. Masalah ini coba baca artikel sebelumnya (Runtuhnya Semangat Berjuang).
Wallahu a’alam bishowab

Banyak lagi artikel dari blog Embun Tarbiah yang berkategori Da'wah, Keluarga Sakinah, Nisa', Resensi, Shiroh, Tarbiyah, Tausiyah dan TeladanTarbiyah yang menarik untuk dibaca.

Poll shows Bagan Pinang voters want Isa as Umno candidate

By Leslie Lau
Consultant Editor
KUALA LUMPUR, Sept 18 — As Umno continues to dither over its choice of candidate for the Bagan Pinang by-election in Negeri Sembilan, a recent survey of voters commissioned by PAS gives an indication of just how serious a dilemma Barisan Nasional (BN) faces.
The poll shows 59.6 percent of voters in the BN stronghold favour former Mentri Besar Tan Sri Isa Samad as Umno’s candidate, according to a report published in harakahdaily.net, the online edition of the PAS party organ.
Those who favour Isa cite the former MB as a leader who had performed better than the current mentri besar Datuk Seri Mohamad Hassan, according to the poll conducted by Ilham Centre.
The poll comes amid intense campaigning by Umno divisions in the state to field Isa despite concerns that he is tainted by the fact that he was previously found guilty of vote buying by his own party.
Former Prime Minister Tun Dr Mahathir Mohamad has also spoken out against nominating Isa.
Bernama quoted Dr Mahathir as saying Umno's image would be affected because it would be regarded as not being serious in fighting money politics if it chose as a candidate someone who has been found guilty of political corruption.
"Even if he can win there, (we) have to consider what the whole of Malaysia thinks of Umno," he said in an interview with Bernama yesterday.
Tengku Razaleigh Hamzah also warned today against fielding “tainted candidates” in the by-election as it could undermine Umno, going against the tide that wants a convincing victory after a string of defeats to the Pakatan Rakyat since Election 2008.
Despite the overwhelming support for Isa in Bagan Pinang, the PAS poll also shows that voters are concerned about Isa’s past, suggesting the former MB’s record would be a factor on the stump.
The poll, conducted over two days this week, suggests the perception that BN is depending on postal votes to win the election.
A total of 47 percent of voters felt that BN would be relying on postal votes. There are 13,664 voters in the state constituency, with postal voters making up more than one-third or some 4,600 of the electorate.
According to the harakahdaily.net report, 53 per cent of those polled were Malays, 30.8 percent were Chinese while 12.1 percent Indians. Umno has said it will pick its candidate only after the Hari Raya holidays.
The Bagan Pinang vote is widely expected to end Pakatan Rakyat’s winning streak in all by-elections in the peninsula since last year's general election due to the high number of postal voters which are traditionally considered a reliable vote bank for the BN.
Nomination for the Bagan Pinang by-election will be on Oct 3 while polling has been set for Oct 11.
The by-election was called following the death on Sept 4 of Umno’s Azman Mohammad Noor, who defeated PAS’s Ramli Ismail by some 2,000 votes last year.
Bagan Pinang is an Umno stronghold situated within the Teluk Kemang parliamentary constituency represented by PKR’s Datuk Kamarul Baharin Abbas.
Apart from Bagan Pinang, Umno also won the neighbouring Linggi state seat in last year’s election, while PR controls three other state seats in Teluk Kemang — Chuah (PKR), Lukut (DAP) and Port Dickson (PKR).

N31 Bagan Pinang : Dr. yang bodoh bangang

Kalau kita kata bodoh mesti depa marah, mau tak marah, penat-pena dia mengaji tinggi sampai boleh pakai Dr. depan nama dia tiba-tiba ada yang kata bodoh. Kalau aku pun mesti berdesing telinga walaupun kat depan nama aku memang takdak perkataan Dr. (Hajat hati dulu nak jugak ada Ir. kat nama aku tapi nampak gayanya boleh angan-angan ja laa.)

Tak layak ka kita panggil bodoh kalau Dr. buat statement macam ni, Timbalan Menteri pulak tu.
“Rosak negara ini kalau askar ini diberi kebenaran untuk berparti politik.

Kalau dia nak berpolitik lepas bersara, itu lainlah,”

Sapa pulak yang mengarut suruh askar berparti politik, memang pun aku cukup setuju kalau askar tak berparti politik.

Walaupun macam tu depa tu pun warga negara Malaysia jugak, memang rakyat neraga ni, jadinya memang depa pun mesti ada jugak hak yang sama untuk pilih pemimpin.

Tambah-tambah pulak kalau pemimpin yang ada la ni walaupun ada title Dr. tapi bodoh bangang.

DPP cuma nak berkempen kat dalam kem untuk suruh pilih calon salah sorang dari calon yang bertanding, bukannya nak kempen suruh depa isi borang ahli PAS. Cuma nak kempen kat depa untuk pilih calon mana, pasainya kem tu ada dalan DUN tu. Walaupun tentera terus di bawah Kementerian Dalam Negeri tapi mau takmau akan melibatkan ADUN jugak.

Tak bodoh bangang ka tu.

Rujukan
  1. Parti politik dilarang berkempen dalam kem tentera


Lihatlah Betapa Mulianya UMNO....!!! PARTI ISLAM UMNO@BN BEB..???? TAK DE YANG LEBIH ISLAM DARI UMNO@BN BEB..!!!

Umno memang parti Durjana, Malukan Bangsa Khianati Agama. itu sajalah yang dapat kita sampaikan dan harap One bagan Pinang akan membuka mata dalam hal ini.

Pada hakikatnya Umno kini umpama pokok tua yang dahannya rapuh manakala akarnya reput tunjangnya berulat dan hanya menunggu masa untuk menyembah bumi. Bangsa Melayu yang tercinta punah jahanam kerana UMNO.

Umno ni memang sudah mereng, kerana gila kuasa dan wang ringgit. Dacing sudah senget kerana Umno mengamalkan sikap perkauman yang dalam dan fanatik. Mungkin fakta di bawah yang telah dikumpulkan dapat membantu membuktikan dengan jelas memang Umno menghina Islam dan memalukan Melayu..
San Miguel Corp
Mirzan Miguel anak lelaki Mahazir Ahli Lembaga Pengarah Syarikat bir San Miguel.
Ahli Lembaga Pengarah Carlsberg Malaysia.
Y.A.M. Tunku Naquiyuddin,
Jen (B) Tan Sri Dato’ Mohd. Ghazali
Tan Sri Datuk Asmat bin Kamaludin
Tan Sri Dato’ Alwi Jantan, Gunness Anchor Berhad
Dato’ Jaffar Indot Gunness Anchor Berhad
Tau Kay Judi UMNO
Tun Mohammed Hanif bin Omar
Genting Deputy Chairman
TAN SRI ALWI JANTAN
Resorts World Bhd Executive Director
Tan Sri Wan Sidek bin Hj Wan Abdul Rahman.Member/Independent Non-Executive Director
Dato' Paduka Nik Hashim bin Nik Yusoff
General (R) Tan Sri Mohd Zahidi bin Hj Zainuddin Independent Non-Executive Director
Tan Sri Mohd Amin bin Osman
Independent Non-Executive Director
Tan Sri Dato’ Jaffar bin Abdul Non-Executive DirectorBERJAYA SPORTS TOTO BERHAD
Mohamed Saleh Bin Gomu Independent Non-Executive DirectorsBERJAYA SPORTS TOTO BERHAD

Umno sekarang bukan lagi seperti Umno dulu-dulu yang menjadi pohon rendang tempat Melayu beragama Islam berteduh. Tetapi sayang seribu kali sayang, keris yang terhubus itu tidak lebih daripada satu plot lakonan untuk mengabui mata rakyat semata-mata. Umno oh Umno, I dono lah...

Iman, Insan dan Islam diseleweng dan menuju saat-saat kemusnahan yang bakal mengundang nasib malang berpanjangan akibat UMNO sudah tidak tahu halal dan haram lagi. Umno bukan lagi Parti yang mahu menegakkan Bangsa dan mendokong agama malah bersama Umno Melayu Kecundang Islam berciciran.

Kalau dibiarkan berlarutan, virus yang di bawa UMNO akan menjadi 27 kali ganda bahayanya berbanding H1N1. Kalau UMNO terus disokong, maka bererti kita sedang menempah malapetaka.

Bagan Pinang: Ceramah Anwar kurang sambutan, kata Khairy



Ceramah ketua umum PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim dua, tiga hari lalu di Bagan Pinang yang kurang sambutan, memberikan gambaran bahawa sokongan kepada BN masih lagi di tahap yang kuat, kata Ketua Pemuda Umno, Khairy Jamaluddin.

Namun, katanya, BN tidak akan mengambil mudah persiapan menghadapi pilihan raya kecil DUN tersebut pada 11 Oktober ini, meskipun sudah ada petanda awal bahawa usaha parti pembangkang untuk menawannya, tidak akan berhasil.

Katanya, BN yakin akan terus mendapat sokongan padu pengundi di kawasan tersebut selepas kempen awal parti pembangkang di situ baru-baru ini tidak mendapat sambutan.

"Tetapi kita tidak akan ambil mudah, kempen kita akan bergerak 100 peratus dari sekarang dan Pemuda akan menghantar jentera agak besar, dari peringkat tempatan, Negeri Sembilan dan negeri lain," katanya kepada pemberita selepas menyampaikan sumbangan hari raya kepada petugas di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Dang Wangi di ibunegara hari ini.

Menurutnya, hasil laporan daripada mesyuarat Badan Perhubungan Umno Negeri Sembilan hari ini yang dipengerusikan oleh Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin jelas menunjukkan jentera pilihan raya BN kini telah benar-benar sedia di setiap peringkat.

Khairy berkata, mesyuarat penyelarasan itu telah mengenal pasti beberapa strategi yang akan diguna pakai bagi kempen kali ini termasuk daripada segi penerangan, mengenal pasti pengundi dan lain-lain.

Bagaimanapun baginya, apa yang paling penting keyakinan untuk BN mengekalkan tradisi kemenangan kerusi itu adalah berdasarkan kesungguhan, komitmen, perpaduan di peringkat Umno Bahagian Teluk Kemang dan di peringkat Umno Negeri Sembilan itu amat baik bagi memiliki jentera yang kuat.

Pilihan raya kecil kawasan itu akan diadakan pada 11 Okt dan penamaan calon pada 3 Oktober. Ia diadakan berikutan kematian Azman Mohammad Noor dari BN pada 4 September lepas akibat jangkitan dalam darah.

Sementara itu, mengulas mengenai program sumbangan hari raya Pemuda Umno hari ini, beliau berkata itu adalah sebahagian daripada pendekatan turun padang yang diperkenalkan oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak.

Selain menyampaikan sumbangan kuih raya kepada petugas di IPD Dang Wangi, Balai Bomba Hang Tuah dan Unit Kecemasan Hospital Besar Kuala Lumpur, mereka turut meninjau orang ramai yang pulang ke kampung di Hentian Bas Jalan Duta.

"Bagi saya setiap sayap Umno di setiap peringkat mesti ikut jejak langkah Perdana Menteri yang sendiri telah turun ke Puduraya sampai dua kali dan tinjauan mesra di Ibu Kota ni dah banyak kali, kalau kita Pemuda Umno tidak mencontohi pendekatan Perdana Menteri maka saya rasa rakyat akan fikir Perdana Menteri seorang saja yang buat," jelasnya. - Bernama

Ku Li: Hati-hati pilih calon BN di Bagan Pinang



Ahli Parlimen Gua Musang, Tengku Razaleigh Hamzah menasihatkan Umno supaya mengambil iktibar daripada keputusan pilihanraya kecil Permatang Pasir, dalam memilih calon yang sesuai bagi mempertahankan kerusi DUN Bagan Pinang.

Dalam pilihanraya kecil DUN Permatang Pasir, isu pembatalan lesen guaman calon BN, Rohaizat Othman, berhubung kes pecah amanah membabitkan wang anak guamnya, telah dijadikan modal oleh PAS.

Dalam pilihanraya kecil pada 25 Ogos lalu itu, calon PAS, Mohd Salleh Man mendapat 9,618 undi untuk menewaskan Rohaizat dengan majoriti 4,551 undi. Rohaizat mendapat 5,067 undi.

tengku razaleigh 02Tengku Razaleigh berkata pembangkang telah memenangi tujuh pilihanraya kecil di Semenanjung Malaysia selepas pilihanraya umum tahun lalu.

“Umno bertanding dalam enam pilihanraya kecil dan kalah semuanya. Kini tidak siapa yang boleh meragui bahawa rasa tidak puashati rakyat terhadap BN yang mengakibatkannya ia kehilangan lima negeri dan majoriti dua pertiga di Dewan Rakyat, masih belum pulih,” tulis Tengku Razaleigh dalam blognya.

Menurutnya, punca rasa tidak puashati rakyat terhadap BN itu adalah persepsi bahawa mereka yang memegang kuasa adalah angkuh dan korup.

Malah, katanya, pemilihan calon yang dibatalkan lesen guamannya sebagai calon BN di Permatang Pasir serta mengenepikan bantahan terhadap pemilihannya, telah mengesahkan persepsi tersebut.

Tindakan itu, katanya, telah menghantar mesej bahawa kedudukan Umno adalah tinggi daripada standard kesusilaan biasa.

“Kini seorang pemimpin muda Umno dipetik sebagai berkata bahawa satu-satu kriteria pemilihan calon ialah mereka boleh menang,” katanya sambil menyifatkannya sebagai satu pemikiran jangka pendek yang meletakkan Umno dan BN di tempat yang salah, sedangkan rakyat menuntut akuantabiliti dan ketelusan.

Oleh itu, Tengku Razaleigh mengingatkan kepimpinan Umno supaya mengambil iktibar isyarat daripada pengundi Permatang Pasir - dan dalam semua pilihanraya kecil sejak 8 Mac - dan lebih berhati-hati dalam memilih calon bagi pilihanraya kecil DUN Bagan Pinang.

Katanya, jika Umno terus memilih calon-calon yang tercemar rekodnya, maka rakyat mungkin akan membuat kesimpulan bahawa lebih baik bagi negara, jika Umno kalah.Pilihan raya kecil kawasan itu akan diadakan pada 11 Oktober dan penamaan calon pada 3 Oktober. Ia diadakan berikutan kematian Azman Mohammad Noor dari BN pada 4 September akibat jangkitan dalam darah.

Sehingga ini dilaporkan Umno bahagian Teluk Kemang mahukan ketuanya, Tan Sri Isa Samad dipilih sebagai bagi pilihan raya kecil tersebut.

Bagaimanapun, mantan perdana menteri, Tun Dr Mahathir Mohamad dilaporkan berkata, Isa tidak sepatutnya dipilih bertanding di situ.

Bekas perdana menteri itu berkata imej Umno akan terjejas kerana dianggap tidak serius dalam memerangi politik wang sekiranya masih meletakkan mereka yang sudah didapati bersalah dalam rasuah politik sebagai calon.
Isa digantung selama tiga tahun sejak 24 Jun 2005 kerana rasuah politik ketika pemilihan Umno 2004. Pada mulanya, dia digantung selama enam tahun atau dua penggal tetapi dikurangkan selepas beliau membuat rayuan.

PKFZ: KDSB Disaman RM720 juta

   
Lembaga Pelabuhan Klang (PKA) memfailkan saman RM720 juta ringgit terhadap pemaju Zon Bebas Pelabuhan Klang (PKFZ), Kuala Dimensi Sdn Bhd milik Pengerusi Kelab Penyokong BN, Tiong King Sing.

Saman difailkan di Mahkamah Tinggi Shah Alam hari ini, dan disahkan oleh Pengerusi PKA Datuk Lee Hwa Beng di laman sesawang PKA.

Tanah yang dibeli dengan tujuan pembinaan projek PKFZ dijual kepada PKA pada "nilai istimewa" RM1.088 bilion ringgit, bersamaan RM25 per kaki persegi.

Lee berkata oleh kerana penjualan dibuat atas dasar "nilai istimewa", maka riba' dalam urusniaga ini tidak sepatutnya dikenakan berbeza atau keatas kadar RM25 kaki persegi ini.

PKA berkata adanya percanggahan kepentingan dalam urusniaga ini dan badan mencari pengesahan keatas jadual pembayaran supaya faedah dari urusniaga ini dapat diketepikan.

PKA juga menuntut kembali riba' yang telah dibayar kepada KDSB setakat ini.

OSA Keatas Mereka Yang Bocor Laporan PKFZ...Yang Depa Terbitkan dulu pasai apa..!!! Tanya Ong Ti Kiat..????

   
Perdana Menteri Najib Abdul RAzak memberi amaran kerajaan akan mendakwa mana-mana pihak yang membocorkan dokumen Kabinet di bawah Akta Rahsia Rasmi (OSA).

Najib membuat amaran itu ketika diminta mengulas pendedahan dokumen Zon Bebas Pelabuhan Klang (PKFZ) oleh blogger sensasi Raja Petra Kamaruddin di laman sesawang Malaysia-Today.

Skandal RM12.5 bilion ini mencemar pentadbiran Perdana Menteri Najib Abdul Razak selepas siasatan mendapati wujudnya komplot rasuah dan salahguna kuasa membabitkan pegawai-pegawai kerajaan dan menteri.

Dokumen di Malaysia-Today mendedahkan permohonan dari Kementerian Kewangan untuk kenaikan berkala kos pembinaan projek PKFZ dari RM1 bilion kepada RM5 bilion.

Najib berkata mereka yang mendedahkan dokumen tersebut akan diburu siasatan polis dan tindakan OSA akan dikenakan bergantung kepada siasatan.

Mahathir: Jangan Calonkan Isa Samad

   
Mantan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad meminta Umno untuk tidak mencalonkan Tan Sri Mohd Isa Samad sebagai jagoan BN dalam pilihanraya kecil Bagan Pinang.

Dr Mahathir berkata imej Umno akan tercalar sekiranya seseorang yang terbukti perasuah seperti Isa Samad dipilih.

Beliau berkata demikian mengulas usul Umno Bahagian Teluk Kemang supaya bekas Menteri Besar Negeri Sembilan itu dipilih mewakili BN dalam pilihanraya kecil Bagan Pinang.

Beliau menjelaskan Isa Samad telah pun didapati bersalah bergelumang dalam politik wang. Dr Mahathir memberi amaran sekiranya perasuah ini dipilih - samada menang atau kalah - maka rakyat akan melihat Umno tidak serius melawan politik wang.

Isa di gantung enam tahun dari 24 Jun 2005 atas kesalahan politik wang dalam pemilihan Umno 2004. Hukuman ini bagaimanapun dikurangkan kepada tiga tahun selepas rayuan.

Penamaan calon Bagan Pinang ditetapkan pada 3 Oktober dan hari pengudian pada 11 Oktober. Umno akan mengumumkan calonnya selepas Hari Raya Aidilfitri.

Sementara itu, seorang lagi pemimpin veteran Umno, Tengku Razaleigh Hamzah memberi amaran Isa Samad atau mana-mana calon yang tercemar akan mengugat peluang Umno-BN.

Razaleigh berkata sekiranya Umno tidak mengambil iktibar dari kekalahan-kekalahan lampau, maka masyarakat akan mencapai kesimpulan bahawa kekalahan Umno adalah baik untuk Malaysia.

Undi Pos, Kenyataan Wan Ahmad Dibidas


Banyak pihak menyelar kenyataan Timbalan Pengerusi SPR, Datuk Wan Ahmad Wan Omar yang meminta Pakatan Rakyat tidak mempertikaikan kaedah penggunaan undi pos.

Mengulas desakan Pakatan Rakyat semalam dan PAS awal minggu ini yang mahu agar undi pos dihapuskan, Timbalan Pengerusi SPR, Datuk Wan Ahmad Wan Omar berkata:

"Saya nasihatkan PAS, tak usahlah risau. Proses undi pos berjalan lancar... bukan perkara baru."

Wan Ahmad juga mempersoalkan alasan yang diketengahkan Pakatan termasuk PAS apabila mempertikaikan penggunaan undi pos menjelang pilihan raya kecil DUN Bagan Pinang.

Jelas beliau, mekanisme pengundian pos telah ditambahbaiki ketika pilihan raya kecil kerusi Parlimen Kuala Terengganu Januari lalu.

"Semasa pilihan raya kecil Kuala Terengganu, buat pertama kali SPR telah membenarkan calon dan ejen masing-masing berada di tempat pengagihan kertas undi dan pusat pengundian menerusi pos.

"Proses pengundian pos ketika itu juga disambut dan dipuji oleh calon PAS sendiri. Mengapa sekarang mempertikaikan kaedah undi pos?" kata Wan Ahmad.

Seorang pemimpin Pakatan rakyat mempertikaikan kenyatan Wan Ahmad itu dengan menyoal jika pada pilihanraya 2000 Pakatan rakyat dibenarkan berkempen di kem tentera, mengapa pada tahun ini ia tidak dibenarkan.

Semalam Pergerakan Pemuda Pakatan - PAS, DAP dan Angkatan Muda Keadilan - menuntut supaya SPR mengambil tindakan segera bagi memperbaiki beberapa aspek penting yang melibatkan pengundi pos dan juga mekanisme pengundian.

Tiga tindakan disyorkan ialah memansuhkan pengunaan Borang 2 Pengundi Pos, penetapan tempat mengundi bagi pengundi pos dan akses dan kempen kepada pengundi pos.

Berdasarkan daftar pemilih setakat 4 September lalu, daripada sejumlah 13,664 orang yang layak mengundi, seramai 4,604 merupakan pengundi pos.

Oleh itu, kata Pergerakan Pemuda Pakatan, berdasarkan jumlah itu, adalah jelas bilangan pengundi pos yang cukup besar sudah tentu akan menjadi undi penentu semasa pilihan raya kecil kali ini.

Dalam pada awal minggu ini, Naib Presiden PAS Salahuddin Ayub berkata, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan SPR pada 28 September ini bagi membincang mengenai prosedur undi pos yang dilihat tidak telus dan boleh dimanipulasi.

Salahuddin berkata, PAS akan mendesak SPR mengkaji semula sistem undi pos.

Kelmarin seorang penganalisis politik Prof Madya Dr Mohamad Agus Yusoff telah meminta SPR untuk menyemak semula pengendalian undi pos supaya SPR tidak dilihat sebagai badan yang tidak telus.

"Perkara ini harus ditangani kerajaan, khususnya SPR (Suruhanjaya Pilihan Raya) supaya ketelusan agensi itu dapat dilihat," kata Agus.

Penamaan calon pilihan raya kecil DUN Bagan Pinang diadakan Oktober manakala tarikh pengundian, jika ada pertandingan, adalah 11 Oktober.

Hey Gani Patail, dokumen palsu tu, bah!



Editor Malaysia Today, Raja Petra Kamarudin selalu disebut oleh orang-orang Umno sebagai pakar dokumen palsu, pakar SD (akuan bersumpah) yang tak laku, macam-macam la depa kata. Antaranya boleh dilihat dalam komen-komen di bawah posting semalam bertajuk "Hampa ingat senang-senang Najib nak letak jawatan!"

Tu sebab yang saya heran sangat, awat Peguam Negara nampak menggelabah semacam? Hey Gani, tak payah terlompat-lompat. Dokumen palsu tu, bah!
Dokumen sulit di laman web

Berita Harian (18/9/09): Peguam Negara, Tan Sri Abdul Gani Patail, semalam mengarahkan pihak berkuasa berkaitan menyiasat segera tindakan sebuah laman web menyiarkan dokumen yang didakwa Kertas Kabinet berhubung isu Zon Bebas Pelabuhan Klang (PKFZ).

Beliau berkata, siasatan diperlukan termasuk mengikut Akta Rahsia Rasmi 1972 (OSA), untuk menentukan sama ada dokumen yang didedahkan dalam laman web berkenaan adalah Kertas Kabinet sebenar atau sebaliknya.

“Saya akan arahkan pihak berkuasa yang berkaitan untuk menyiasat perkara ini.

“Jika ia bukan Kertas Kabinet yang sah maknanya ia hanya mewujudkan kegemparan awam tetapi jika ia daripada Kertas Kabinet yang betul, maka siasatan perlu dilakukan mengikut OSA,” katanya ketika dihubungi Berita Harian, semalam.

Beliau berkata, perkara itu adalah serius kerana membabitkan pendedahan dokumen rahsia kerajaan selain isu PKFZ itu masih dalam siasatan Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) dan polis.

“Isu PKFZ masih dalam siasatan dalam semua aspek dan kerajaan tidak melindungi apa-apa dan tindakan mendedahkan dokumen rahsia kerajaan adalah salah di sisi undang-undang.

“Isu PKFZ dan isu mendedahkan dokumen rahsia adalah dua Justify Fullperkara yang berbeza,” katanya.

Beliau berkata, pendedahan itu seolah-olah mahu menunjukkan kerajaan tidak melakukan apa-apa terhadap isu PKFZ sedangkan siasatan mengenainya sedang dilaksanakan.

Abdul Gani mengulas pendedahan dokumen yang didakwa Kertas Kabinet berhubung PKFZ dalam laman web Malaysia Today.

Dokumen 18 muka surat dengan rujukan KK/BPKA/D5(Y)/540/1/1 itu didakwa sebagai Memorandum Daripada Menteri Kewangan berhubung PKFZ bertarikh 22 Jun 2007 dan menggunakan nama penulis Raja Petra Kamarudin.

Ia direkodkan dimuatnaik ke laman web kelmarin.

Jika memerintah, PAS jamin beri keadilan untuk semua

TELOK KEMANG, 18 Sept: Presiden PAS, Dato' Seri Tuan Guru Abdul Hadi Awang semalam memberi jaminan bahawa PAS berdiri atas prinsip keadilan Islam akan terus memelihara hak semua rakyat, tanpa mengira bangsa, kepercayaan dan status sosial.

"Islam memberi hak kepada orang Islam dan bukan Islam. Sesuatu yang tidak dilarang oleh agama lain, jika PAS memerintah, maka PAS tidak akan haramkan," katanya.
"Tetapi, seperti babi, arak, rasuah, maksiat yang ditegah ke atas orang-orang Islam, maka tidak boleh dijual kepada orang Islam. PAS mahu mendidik umat Islam supaya menjauhinya," katanya lagi.
Beliau yang juga Ahli Parlimen Marang turut menyentuh isu bantahan pemindahan kuil ke Seksyen 23; dan kes pemindahan kandang babi yang dipercayai khalayak sebelum ini didalangi Umno.
Image"Di Selangor, Umno nak tunjuk merekalah yang mempertahankan Islam walhal kerajaan Umno lalu menipu orang Islam sendiri dengan membina taman perumahan tanpa ditunjukkan wujudnya kuil berusia 150 tahun dalam plan kepada pembeli-pembeli rumah (di Seksyen 19).
"Mengarak kepala lembu, bukan sahaja menjadikan mereka menghina kepercayaan penganut Hindu, tetapi menunjukkan mereka tidak memahami ajaran Islam yang sebenar.
"Umno sanggup tidak menyelesaikan kes kandang babi di kawasan awam di Kedah berpuluh tahun, kerana nak jaga hati orang Cina. PAS difitnah khianat Melayu (dan) pentingkan Cina, walhal kerajaan Pakatan di Kedah sebenarnya hanya pindah kandang itu ke suatu kawasan yang lebih sesuai untuk orang Melayu dan Cina sendiri,"jelasnya dalam Majlis Perlancaran Jentera PAS N31 semalam.
Tegasnya lagi, apa yang dilakukan PAS bertepatan dengan ayat al-Quran, Surah an-Nisa' ayat 58. Firman Allah yang bermaksud: Sesungguhnya Allah menyuruh kami menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum antara manusia supaya kamu menetapkannya secara adil.
ImageBercakap di pentas yang sama,Timbalan Presiden PAS, Ustaz Nasharuddin Mat Isa berkata, Umno sekarang dikatakan kian terdesak apabila Presidennya Dato' Seri Najib Tun Razak terpaksa mengisytiharkan parti perkauman itu juga melaksanakan Islam.
"Dalam beberapa pilihan raya kecil lepas, Umno lihat PAS terus mendapat sokongan orang Melayu, Cina dan India. Akhirnya, mereka terdesak dan Najib terpaksa isytihar Umno juga parti (pelaksana) Islam (seperti PAS).
"Politik Islam yang diperkenalkan PAS mengajak manusia jadi baik. Politik yang ditegakkan Pakatan Rakyat mahu tolak apa juga kezaliman, rasuah dan penyelewengan. Itulah yang Umno bimbang, itulah yang rakyat lihat,"tegasnya.
Turut menyertai majlis itu, Pengerusi DAP Negeri Sembilan, Loke Siew Fook serta beberapa pemimpin Pakatan Rakyat yang lain.
Majlis yang disertai lebih 500 sukarelawan PAS tempatan itu berakhir dengan perlancaran portal rasmi Bagan Pinang.
Dalam perkembangan berkaitan, PAS serta Pakatan Rakyat dijangka mengumumkan calon mereka pada 29 September depan.
Selain berdepan dengan parti perkauman Umno, PAS dijangka berdepan calon bebas Shahruddin Abdul Hamid yang mahu membangunkan aktiviti pelancongan setempat.

Bagan Pinang: 59.6% mahu Isa Samad calon BN

SHAH ALAM, 18 Sept: Menjelang pilihan raya kecil DUN Bagan Pinang 11 Oktober depan. Kaji selidik awal sebuah firma penyelidikan bebas, Ilham Centre mendapati pengundi di DUN berkenaan setuju mantan Menteri Besar Negeri Sembilan, Tan Sri Isa Samad dipilih sebagai calon BN. Rata- rata responden berpendapat, legasi Isa perlu diberi tempat semula kerana lebih memberi keuntungan kepada mereka berbanding Menteri Besar sekarang Datuk Seri Mohamad Hassan.
Biarpun peratusan itu agak besar, namun responden masih meletakkan kerisauan terhadap Isa.
Ini kerana Isa pernah dikaitkan dengan pelbagai skandal penyalahgunaan kuasa khususnya isu rasuah pada pemilihan UMNO empat tahun lalu, isu kronisme dikalangan ahli keluarga dan ahli parti di sekitar Port Dickson khususnya di kawasan Si Rusa, Teluk Kemang dan Bagan Pinang sehingga membawa kepada masalah dalaman parti yang meruncing.
Kajian juga menunjukkan 48.5 peratus meletakkan faktor calon lebih penting berbanding 41.8 peratus kekuatan perti untuk menang pilihanraya itu. Manakala 8.1 peratus yang lain tidak pasti.
Selain itu kajian itu juga mendapati Umno sukar untuk menang dengan majoriti besar kerana berdepan pengundi muda luar kawasan yang dilihat lebih bermaklumat.
Image45.9 peratus dari pengundi muda yang ditemui yakin undi Umno BN tidak banyak di saluran 4 dan 5. Manakala 32.3 peratus pula yakin rekod prestasi wakil rakyat BN lalu bukan sahaya tidak boleh mambantu namun memberi beban kepada kemenangan BN itu sendiri.
Pada kajian itu juga, 57.2 peratus pengundi menjangkakan Pakatan Rakyat diwakili PAS akan bertandingmelawan BN. Manakala hanya 32.8 peratus meletakkan harapan kepada Parti Keadilan Rakyat (PKR) untuk bertanding biarpun Parlimen Teluk Kemang milik parti itu.
Dalam temubual mereka sepanjang kajian bermula 15 hingga 16 September lalu itu mendapati sebanyak 34.8 peratus bersetuju untuk menyatakan bahawa UMNO adalah parti yang bersifat perkauman, hanya 32.8 peratus responden tidak bersetuju dengan kenyataan itu manakala 32.3 peratus memberikan respon tidak pasti.
Selain perkauman, 52.0 peratus bersetuju bahawa UMNO-BN adalah parti rasuah dan sering terlibat dengan skandal moral yang memungkinkan akan terjejasnya sokongan pengundi muda.
Manakala hanya 22.2 peratus menyatakan tidak setuju yang kebanyakkan mereka merupakn pengundi di saluran 1 dan 2 yang juga merupakan penyokong tegar kepada UMNO-BN.
Berkenaan undi pos pula, 47.0 peratus responden bersetuju BN sangat bergantung kepada undi Pos untuk menang, 11.1 tidak bersetuju manakala 41.9 tidak pasti.
Kebanyakan anggota tentera yang ditemubual beranggapan bahawa sistem undi POS sekarang adalah tidak telus dan diguna bagi memberi kelebihan kepada BN.
Kesimpulan kajian tersebut menunjukkan Barisan Nasional (BN) menghadapi saingan yang sukar dan sengit untuk terus memenangi kerusi N31 ini sekiranya PAS hadir dengan semangat dan kerjasama yang padu bersama dengan rakan-rakan Pakatan Rakyat (PR).
Kesemua kajian tersebut dijalankan secara temubual disamping pemerhatian terus dan penglibatan di lapangan.
Pecahan responden pula adalah 53.0 peratus pengundi Melayu, 30.8 peratus Cina dan 12.1 peratus adalah India.
Respondan juga dipilih berdasarkan komposisi kaum dan lokaliti Unit Peti Undi (UPU) mengikut satu satu saluran.
Kajian melibatkan responden di kawasan bandar dan luar bandar di 8 buah UPU iaitu Ladang Atherton, Pekan Siliau, Ladang Bradwall, Sua Betong, Taman Eastern, Kampung Bagan Pinang, Si Rusa dan Teluk Kemang).

Dr M: Samy Vellu patut letak jawatan, liabiliti pada BN



Presiden MIC Datuk Seri S Samy Vellu akan menjadi liabiliti kepada BN dalam pilihanraya umum akan datang disebabkan kepimpinannya yang gagal, kata Tun Dr Mahathir Mohamad.

Mantan perdana menteri itu berkata beliau bimbang sokongan rakyat terhadap BN akan merosot dan BN akan menjadi mangsa pula kerana Samy Vellu masih lagi memimpin MIC.

Dalam satu temubual dengan Bernama, Dr Mahathir berkata Samy perlu melepaskan jawatan presiden MIC kerana beliau perlu bertanggungjawab terhadap kegagalan parti itu dalam pilihan raya umum yang lepas malah beliau sendiri pun kalah.

"Kalau kita tengok di negara lain, apabila seseorang pemimpin gagal, dia dengan sendirinya letak jawatan. Kalau di Jepun, dia commit harakiri bunuh diri). Kita tak suruhlah dia (Samy) commit harakiri.

"You (Samy) gagal pimpin MIC sampai you (Samy) sendiri kalah," katanya.

Mengambil contoh bekas Perdana Menteri Tun Abdullah Ahmad Badawi meletakkan jawatan ekoran prestasinya tidak begitu baik, Dr Mahathir berkata: "Samy dia punya prestasi jauh lebih buruk daripda Pak Lah tapi dia tak mahu nak lepas pun jawatan dia.

"Sepatutnya sebelum sampai ke tahap itu, dia (Samy) patut letak jawatan," katanya.

Dr Mahathir berkata beliau berhak menegur sesiapa pun demi kebaikan BN, dan menambah kata: "Pak Lah pun saya tegur, apa Samy Vellu saya tidak boleh tegur?"

Tindakan Dr Mahathir menegur Samy menjelang pemilihan MIC minggu lepas telah dilihat cubaan mencampuri urusan MIC dan ia telah menimbulkan kemarahan seorang anggota perwakilan yang mencadangkan agar gambar bekas Perdana Menteri itu dikalungkan dengan selipar.

Dr Mahathir berkata pemimpin perlu sedar bahawa mereka bukan dapat memegang jawatan secara seumur hidup.

"Ini ditujukan bukan kepada Samy Vellu seorang sahaja kerana ada yang lain pun macam begitu juga," katanya.

Dr Mahathir berkata beliau sendiri hendak meletak jawatan pada 1998 tetapi disebabkan krisis ekonomi dan isu Datuk Seri Anwar Ibrahim, terpaksa terus memimpin negara sehingga 2003.

"Saya letak jawatan bukan bila orang kecam saya. Saya letak jawatan sebab saya duduk lama sangat.

"Pemimpin Malaysia ini belum faham apabila dia gagal, dia patut dengan sendiri letak jawatan, tak payah orang suruh. Bila you gagal, you punya parti gagal. Dia bertanggungjawab," katanya.

Ditanya apakah yang BN boleh buat memandangkan BN mempunyai prinsip tidak campur tangan dalam urusan parti-parti komponennya, Dr Mahathir berkata apabila ia sudah menjadi masalah kepada BN dan jika BN masih tak campur tangan, BN sendiri yang akan menjadi mangsa.

Dr Mahathir berkata pemimpin BN perlu menegur Samy Vellu kerana sebagai pemimpin BN, mereka bukan bertanggungjawab terhadap prestasi parti sendiri sahaja tetapi prestasi BN keseluruhannya.

"Kalau saya tahu seseorang itu akan menyebabkan kekalahan BN, itu sudahmenjadi masalah BN. Bukan masalah MIC lagi. Kita tak boleh kata dok tak interfere (campur tangan) saja. Ini urusan BN. Kerana dia, BN kalah.

"Dulu mana ada Hindraf. La ni (sekarang) dah ada berpuluh (kumpulan
pendesak masyarakt India). Kerana dialah pasal orang tak mahu dia tapi dia nak jadi presiden lagi.

Dr Mahathir pemimpin yang menggunakan duit, tekanan, salah guna kuasa dan mengugut orang boleh kekal menjadi presiden parti tetapi tidak akan menang dalam pilihan raya.

Mengenai pemimpin pilihan Samy Vellu yang memenangi pemilihan MIC minggu lepas, beliau berkata mereka boleh memenangi pemilihan parti tetapi akan kalah dalam pilihan raya kerana orang ramai tidak akan sokong.

Dr Mahathir juga berkata Samy Vellu kerana tidak memainkan peranan untuk melarang pembinaan kuil tanpa kebenaran walaupun pernah berjanji untuk berbuat demikian.

Samy, kata Dr Mahathir, menjadi popular dahulu kerana beliau (Dr Mahathir) menolongnya.

"Dia nak buat universiti, saya pujuk kerajaan bagi peruntukan RM50 juta dan banyak lagi dia punya projek, saya tolong," kata Dr Mahathir.

Mengimbas tugasnya sebagai Perdana Menteri dahulu, Dr Mahathir berkata beliau terpaksa memujuk orang Melayu supaya membenarkan BN meletakkan calon MIC di kawasan majoriti orang Melayu kerana tidak ada satu kawasan pun di negara ini yang mempunyai majoriti orang India.

"Lebih dari itu, saya juga berusaha supaya calon-calon MIC ini disokong
oleh orang Melayu. Tanpa sokongan daripada ahli Umno dan orang Melayu lain, MIC tak boleh menang. Jadi ini khidmat saya kepada MIC.

"Tapi apabila MIC membuat sesuatu yang akan menyebabkan dia tak akan disokong oleh orang India, baik orang Cina, baik orng Melayu, saya perlu tegur," kata Dr Mahathir.

Respon YB Khalid Buat YB Zul..!!


Baru kini saya berkesempatan membaca tulisan YB Zul Nordin berhubung isu pemindahan kuil Seksyen 19 ke Seksyen 23 yang juga telah dicetak di muka hadapan Utusan Malaysia. Saya dapati tulisan dan anlisa beliau terhadap isu ini begitu lemah dan tidak profesional sama sekali. Sebagai seorang peguam dan Ahli Parlimen, beliau sepatutnya lebih teliti dan bertanggung jawab dalam tulisan beliau. Faktanya kesemuanya tidak tepat dan tuduhan yang dilemparkan tidak berasas. Oleh yang demikian, untuk mengelakkan kekeliruan, adalah wajar bagi saya menjelaskan isu sebenar untuk makluman beliau dan mereka yang bersependapat dengan beliau.

Pada mulanya YB Zul menyatakan pendirian tidak bersetuju dengan tindakan ‘demonstrasi kepala lembu’. Beliau secara jelas menyatakan ianya “tidak dihalalkan, malahan ditegah oleh Al-Quran”. Beliau juga menyatakan bahawa beliau tidak bersetuju dengan kelakuan liar segelintir yang hadir sesi dialog dengan MB, yang katanya “seperti dirasuk syaitan kehaiwanan, mengugut dan memaki hamun”.

Pada awalnya tulisan beliau kelihatan waras dan wajar.

Namun apabila terus membaca tulisannya, didapati beliau membela mereka dan menyalahkan pula kerajaan Negeri Selangor yang katanya ‘menceroboh’ tanah di Seksyen 23. Ummat Islam dikatakan sebagai ummat yang ditindas di bumi sendiri. Akhirnya amat jelas pendirian beliau adalah menyebelahi pihak segelintir penduduk tersebut dan sokongan beliau terhadap tindakan mereka sebenarnya mendedahkan pendekatan beliau sendiri terhadap orang bukan Islam.

Adakah Ahli PAS Terlibat?


Sebelum mengupas tulisan beliau dalam soal ini dan mendedahkan kesilapan dan prejudis beliau sendiri, biarlah saya nyatakan di sini bahawa dakwaan kononnya ada seorang ahli PKR dan 4 ahli PAS yang terlibat di dalam demo tersebut hanya merupakan dakwaan semata-mata. Hingga ke hari ini tiada apa-apa bukti dikemukakan. Saya telah mencabar Hishamuddin untuk mengemukakan bukti dan sekiranya benar saya akan mendesak PAS supaya memecat mereka. Ini adalah kerana tindakan mereka seperti yang ditegaskan oleh YB Zul adalah “tidak dihalalkan dan ditegah oleh Al-Quran”.

Namun hingga ke hari ini, tiada apa-apa yang dikemukakan sebagai bukti. Amat pelik apabila YB Zul menzahirkan keyakinan dengan begitu padu terhadap laporan akhbar yang dikuasai BN.

Begitu juga dengan kenyataan YB Zul “ternyata mereka bersatu dalam aqidah walau berbeza dari segi wadah”. Bunyi betul-betul macam UMNO yang sedang gilakan perpaduan dengan PAS. Betul ke tiada perbezaan ‘akidah’ di antara PAS, UMNO dan PKR? Yang berbeza hanya wadah? Kalau begitu patutlah ada yang meminta kita bersatu supaya perbezaan itu selesai kerana yang berbeza hanya wadah. Nampak gaya selama ini YB Zul sendiri tidak faham mengapa PAS menentang UMNO dan mengapa PAS wujud sebagai PAS, tidak bersatu dengan UMNO.

Sebenarnya yang sama adalah semuanya Melayu, walaupun ada yang macam mamak atau yang macam cina. Mungkin bagi YB Zul, Melayu adalah akidah.

Hakikatnya isu ini didalangi UMNO. Pemimpin UMNO (Noh Omar) turun menghasut segelintir penduduk ahli UMNO tegar, penyokong Ketua Bahagian UMNO Shah Alam, untuk bertindak menentang cadangan kerajaan walaupun belum lagi mendengar cadangan tersebut. Pemimpin UMNO juga (Hishamuddin) yang membela pendemonstrasi selepas demonstrasi berkenaan seperti yang sedang dilakukan YB Zul. Jangan nak libatkan PAS atau PKR. Usaha nak kaitkan PAS adalah taktik kotor UMNO.

Apa Arahan Kerajaan Selangor?

Menurut YB Zul, kerajaan Negeri Selangor keluarkan arahan “bina ‘kuil besar’ di Seksyen 23 di kawasan kediaman ummat Islam”. Saya tidak tahu dari mana beliau mendapat maklumat beliau tetapi seperti biasa YB Zul cakap tanpa selidik. Hanya nak sensasi sahaja.

Kerajaan Selangor hanya mencadangkan tapak baru bagi kuil yang sediada di Seksyen 19. Bukan kuil baru. Kerajaan Selangor BN dulu cadangkan kuil tersebut dipindahkan ke Seksyen 18 (6 ekar untuk 7 kuil) pada awalnya dan seterusnya ke Seksyen 22 (1 ekar untuk kuil itu sahaja). Kami mencadangkan ia dipindahkan ke Seksyen 23, dalam kawasan Industri, bukan di kawasan kediaman ummat Islam. Rumah terdekat terletak 200 meter dari tapak cadangan tersebut. Luas tanah untuk kuil adalah ¼ ekar dan ¼ ekar lagi untuk tempat letak kereta.

Dari maklumat di atas, pemindahan kuil itu tidak merupakan isu dan diusahakan sejak zaman BN lagi. Namun mereka gagal. Oleh itu, mereka kuathir kita berjaya!

Persoalannya adakah benar kerajaan arah ‘bina kuil besar’ di ‘kawasan kediaman ummat Islam’? Jelas tidak benar. Istilah ‘bina’, ‘kuil besar’ dan ‘kawasan kediaman ummat Islam’ semuanya istilah yang digunakan UMNO untuk mengelirukan ummat Islam dan menaikkan semangat kebencian mereka. YB Zul seolah-olah terpengaruh propaganda UMNO! Bukan sekadar itu, sanggup pula memanjangkannya!

Hakikatnya, kerajaan tidak ‘bina’, tiada ‘kuil besar’ dan bukan juga di ‘kawasan kediaman ummat Islam’. Ia di kawasan industri.

Benarkah ‘Wakil Hindu’ Menghina Azan?

Pertama, tiada ‘wakil Hindu’ sepertimana juga tiada ‘wakil Islam’. YB Zul mungkin menganggap kumpulan liar mewakili Islam, saya tidak. Mereka didalangi UMNO. Mungkin YB Zul anggap UMNO mewakili Islam. Saya tidak.

Yang hadir adalah penduduk. Seorang penduduk yang beragama Hindu menyebut, “kami tiada masalah dengan azan 5 kali sehari...” Mendengar itu kumpulan liar terus bertindak liar. Mungkin malu sendiri dengan sikap ekstrim mereka berbanding toleransi orang Hindu maka ingin menenggelamkan suara penduduk Hindu tersebut.

Dalam kes ini saya tidak nampak penduduk Hindu berkenaan menghina azan. Yang saya nampak adalah kumpulan liar menghina Islam dengan mendakwa tindakan liar mereka adalah atas nama Islam. YB Zul jangan menyokong atas dasar ‘asobiyyah’. Kerana satu pihak Hindu dan satu pihak lagi Melayu, maka kita sokong Melayu walaupun tindakan mereka bercanggah dengan Al-Quran.

Atas semangat yang sama YB Zul bertanyakan kisah Jeff Ooi dan Majlis Peguam. Saya rasa isu Jeff Ooi sudah selesai. Beliau sudah pun menarik kembali kenyataan beliau. Ini membuktikan bahawa untuk membetulkan salah faham dan salah tanggap tidak perlu kita bertindak seperti samseng. Jelaskan secara hikmah. Bila kita bertindak sebegitu kita rasa kita ‘teror’ tetapi orang nampak kita bodoh dan lemah akal. Tidak mampu berhujjah. Hanya mampu mengugut dan bertindak kasar.

Setelah dijelaskan Jeff Ooi menyedari kesilapan beliau dan menarik semula kenyataannya. Tanpa ugutan. Tanpa kesamsengan. Begitu juga perlu kita usahakan dengan Majlis Peguam. Kita faham bahawa mereka dipengaruhi fahaman kebaratan. Macam UMNO juga.Tetapi UMNO kononnya parti orang Islam. Majlis Peguam tidak. Nilai-nilai mereka dipengaruhi nilai-nilai dominan tamaddun Barat. Persepsi mereka terhadap undang-undang syariah agak meleset hasil kekeliruan yang tersebar luas oleh UMNO. Kita perlu berhujjah membetulkan fahaman mereka dan ini yang sedang dilakukan oleh beberapa pemimpin. Seperti tersiar dalam Harakah di mana pimpinan menjelaskan isu Kartika dari sudut pandangan Islam. Kewajaran dan falsafah hukum Syariah. Bezanya hukum sebat syariah dan sebat sivil. Dan sebagainya. Tidak perlu samseng. Tidak perlu ugut. Inilah dakwah. Ini yang saya rasa YB Zul tidak faham. Adakah yang beliau faham dakwah tu samseng, ugut. Naik berang dan naik marah bila orang bukan Islam mempersoalkan keadilan undang-undang Islam. Tunjuk ‘act’?

Tetapi Al-Quran ada menyebut “Seru kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat serta contoh yang baik dan berhujjah dengan mereka dengan cara yang terbaik…” Tiada sebut kaedah samseng, tiada juga kaedah ugut. Terangkan sahaja dengan tenang, dengan hujjah dan anggap keadaan ini sebagai peluang untuk memberi penjelasan mengenai Islam. Peluang untuk berdakwah bukan alasan untuk naik berang.

Biasanya orang tunjuk samseng kerana tidak mampu berhujjah. Pelik juga, ada juga peguam yang tidak mampu berhujjah ke?

Memutarbelit Al-Quran

YB Zul menuduh sayalah tu, maka tidak perlulah berlapik dengan mengatakan Pak Janggut memutarbelitkan Al-Quran untuk mempertahankan pembinaan kuil. Pertama, kita tidak bina kuil. Kita hanya beri tapak. Ganti tapak lama yang akan diambil alih PKNS. Kedua, bukan kuil tambahan tetapi kuil lama yang hendak dipindahkan. Ketiga, ayat mana yang diputarbelit dan bagaimana tidak dijelaskan. Kebiasaannya cara UMNO, buat tuduhan tapi tidak ada fakta. Janganlah ikut cara mereka.

Sebagai ummat Islam, Al-Quran adalah rujukan kepada semua persoalan. Walaupun berhubung isu kuil. Dalam soal ini saya harap YB Zul setuju. Kecuali beliau ingin merujuk ‘Mein Kempf’ pula apabila menguruskan persoalan kuil!

Saya sebut Al-Quran menuntut ummat Islam bertindak adil terhadap semua, termasuk yang bukan Islam. YB Zul setuju tetapi beliau menyatakan kita hanya adil terhadap kebajikan mereka. “Dalam soal ketuhanan”, kata beliau lagi, “tidak timbul keadilan”. Ada sesiapa yang faham kenyataan beliau ini? Saya tidak faham. Adakah dimaksudkan dalam soal ketuhanan Islam meminta kita bertindak zalim? Kerana lawan adil adalah zalim. Jika itulah yang dimaksudkan maka saya tidak setuju kerana Islam adil dalam semua aspek.

Beliau terus menyebut pula, “kita memelihara tempat ibadat mereka, bukan mewujudkan yang baru dicelah kediaman kita”. YB Zul tidak tahukah, yang terletak di ‘celah kediaman’ orang Islam ialah yang di Seksyen 19. Itulah antara sebabnya kita cuba pindahkan dan dicadangkan ke Seksyen 23, yang berjauhan dari kawasan kediaman. Dan ianya bukan soal bina kuil baru. Ianya soal pemindahan. Haai... kalau tidak tahu jangan cakaplah.

Walaubagaimanapun saya setuju dengan YB Zul dalam satu hal. Sepatutnya kita “memelihara tempat ibadat mereka” dengan mengambil kira wujudnya kuil berkenaan di situ semasa kawasan perumahan dibangunkan. Ini tidak. Dibina rumah keliling kuil seolah-olah kuil tersebut tiada, dijualnya pula tanpa menyatakan wujudnya kuil tersebut dan sekarang apabila timbul masalah dengan penduduk sekeliling, terpaksa pula kita pindahkan.

Satu lagi dakwaan yang ditimbulkan oleh YB Zul ialah haramnya pembinaan kuil baru. Adakah benar ianya haram dan ditegah sama sekali oleh Islam? Walaupun penduduk semakin ramai, yang Islam dan bukan Islam, adakah benar pembinaan kuil, gereja serta tok kong baru ditegah? Yang boleh dibina hanya Masjid dan Surau untuk menampung pertambahan penduduk? Kalau benarlah dakwaan YB Zul, maknanya setiap perumahan baru, bandar baru, tidak kira ada berapa ramai penduduk bukan Islam, tidak boleh dibina tempat ibadat untuk mereka.

Hmmm, ulama’ mana pula rujukan beliau. Saya tahu Islam tidak sesempit itu. Saya syorkan beliau buat rujukan betul-betul, jangan main buat hukum ikut perasaan dan emosi beliau. Islam ini agama Allah, bukan agama rekaan manusia yang berhati sempit.

Ulama zaman dahulu telah banyak berbincang berhubung persoalan pembinaan tempat ibadah orang bukan Islam. Di mana boleh, di mana tidak boleh. Kalau di kawasan orang Islam ramai bagaimana. Apa syarat-syaaratnya dan sebagainya. Bukan buat hukum borong seperti orang yang jahil.

Statistik Kuil dan Masjid

Saya tidak tahu sejauh mana kebenaran statistik YB Zul. Yang saya tahu statistik di Shah Alam, Seksyen 1 hingga seksyen 24. Kuil yang berdaftar hanya 10. Tiga darinya duduk atas tapak yang siap diwarta sebagai ‘tapak kuil’ dan tujuh yang lain, termasuk yang di Seksyen 19, akan dipindahkan ke tapak yang lebih sesuai yang akan diwartakan sebagai tapak kuil. Atau, jika tiada masalah mungkin tapak sediada terus diwartakan sebagai tapak kuil dan kuil kekal di situ setelah mengambil kira berbagai factor. Tetapi untuk Seksyen 19 tidak sesuai.

Masjid dan Surau, tidak termasuk surau di pejabat-pejabat, kompleks beli belah, kawasan R&R, stesyen minyak dan sebagainya, di Shah Alam sahaja ada 106. Statistik YB Zul hanya menceritakan Masjid sedangkan surau-surau pun banyak dan perlu juga diambil kira untuk memberi gambaran yang lebih tepat. Inilah masalah apabila ambil statistik bersumberkan UMNO. UMNO ini jahat. Semuanya ada udang sebalik batu. Termasuklah statistiknya.

Sekarang soalnya Shah Alam. Kalau di tempat lain terlalu banyak kuil, tangani ditempat berkenaan. Maka tidak perlu babitkan Shah Alam. Di Shah Alam kuil hanya 10 dan untuk Seksyen 19, 20 dan 23 hanya ada satu untuk penduduk beragama Hindu yang seramai 3,000 lebih. Tidakkah adil mereka dibenarkan sebuah kuil? Atau adakah dalam soal ini ‘kezaliman’ dituntut oleh Islam mengikut pandangan YB Zul?

Soal Hak Penduduk Seksyen 23

YB Zul menyatakan penduduk tidak diberikan hak. Hairan saya. Bukankah diadakan majlis dialog untuk mendengar pandangan penduduk?

Masalahnya sebelum majlis dialog itu diadakan segelintir dari mereka telah bertindak kerana adanya agenda politik. Kalau tiada agenda politik, tiada sebab mereka perlu bertindak sedemikian rupa. Mereka telah diberitahu majlis itu akan diadakan mengikut prosesnya. Tunggu sahajalah. Tetapi tidak. Heret kepala lembulah.....lepas itu bila dunia kecam tindakan mereka sebagai melampau, salahkan kerajaan Negeri! Yang kamu buat kerja seperti itu siapa suruh?

Bila diadakan majlis dialog pula, tunjuk perangai. Tuduh orang tidak mahu dengar tetapi akhirnya dunia tahu siapa yang tidak mahu dengar. Geng samseng UMNO sememangnya tidak boleh dibawa berbincang. Takde class.

Soal Surah Al-Baqarah dan Ibadah Korban

Dari mana pula datangnya ide YB Zul untuk mengharamkan bacaan Surah Al-Baqarah? YB Zul baca Surah Al-Baqarah dengan niat nak menghina lembu dan agama Hindu ke? Surah Al-Baqarah tiada kena mengena dengan tindakan menghina lembu atau agama Hindu. Orang Islam baca Surah Al-Baqarah untuk mendapat petunjuk dalam soal mentadbir diri, masyarakat, negara dan dunia mengikut kehendak Allah. Ada disuruh menghina lembu atau agama lain dalam Surah Al-Baqarah ke?

Begitu juga soal korban. Apabila lembu disembelih, adakah YB Zul meniatkan untuk hina lembu dan agama Hindu? Kalau Ya, maka adalah haram memakan daging lembu yang disembelih dengan niat sebegitu. Niat korban hanya untuk Allah, untuk mencari keredaanNya. Disebut nama Allah yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim, bukannya “cis Hindu aku bunuh lembu”. Perbezaan ketera bagi yang pertama dipenuhi perasaan rendah diri dan kelembutan, mengharapkan keampunan Illahi. Yang satu lagi dipenuhi kebencian.

Kasihan orang yang menganggap dirinya pembela agama Allah,
Walhal sebenarnya merupakan penghalang kepadanya.
Menjatuhkan imej Islam dengan setiap perkataan
Yang ditutur kononnya untuk membelanya.
Mana mungkin menjadi pembela Islam sedangkan hati dipenuh prejudis!
Melihat manusia mad’unya tanpa perasaan kasihan belas.
Sebaliknya kebencian yang teramat,
sehingga kezaliman dilihat sebagai keadilan,
penindasan pula sebagai pertolongan...



WaLlahu ‘Alam
KHALID SAMAD

Usah biarkan pahala Ramadan terelai di Bagan Pinang

MALAM tadi beberapa jemaah masjid meluahkan perasaan di antara mereka. Hanya tinggal dua malam lagi solat tarawih dapat diadakan, ujar seorang daripada mereka. Katanya, selepas itu Ramadan akan pergi meninggal kita.


"Tahun hadapan belum tentu dapat bersolat tarawih lagi," ujarnya. Beberapa maklum lagi juga agak kusam wajahnya. Program tadarus yang mereka amalkan sejak malam pertama Ramadan lalu juga bakal berakhir.
Kumpulan tadarus juga bimbang program sama tidak dapat diikuti lagi tahun depan.
Inilah kebimbangan sempat dicatat di hujung Ramadan ini. Sedangkan di Bagan Pinang, Negeri Sembilan penduduk sudah berkira menanti durian runtuh menjelang 11 Oktober depan.
Umpan wang ringgit dan projek segera pastinya datang mencurah-curah.
Keinsafan dan berebut amal ketika Ramadan ini akan berlalu begitu sahaja.
Inilah yang menjadi perhitungan sesiapa sahaja yang bernaung di bawah payung politik sekular. Kehadiran Ramadan buat mereka sama sahaja seperti bulan-bulan lain.
Istilah puasa bagi golongan itu tidak lebih menahan lapar dan minum sahaja. Solat tarawih pun sudah memadai empat rakaat sahaja. Apa yang lebih menjadi perhitungan projek dan wang ringgit.
Maka bagi golongan ini, Umno menjadi lombong emas buat mereka. Buktinya baru setahun menang ketua pemuda bahagian, ada yang sudah bertukar Proton Waja kepada Mercedes SLK 230 Kompressor.
Ini bukan sekadar persepsi tetapi realiti yang muncul di mana-mana di bumi bernama Malaysia ini. Seorang sarjana di UKM, Jamaie Hamil menyebut nampaknya persepsi orang Melayu ialah Umno bukan sahaja wadah politik tetapi juga lombong emas. Lantaran katanya Umno dijadikan sasaran untuk mencari kekayaan.
Lihatlah di mana-mana hari ini. Rumah siapa yang besar itu, kalau tidak milik ketua bahagian atau ketua pemuda Umno. Milik siapa kereta mewah ini, usah tanya lagi. Tentu pemiliknya berbaju kameja putih bergambar keris bersilang.
Sedangkan konsep nasionalisme ekonomi pada peringkat awal dilihat sebagai landasan dibentuk kerajaan untuk mencapai kebajikan, material, kuasa serta kedaulatan rakyat dan negara.
Penyertaan Umno dalam bidang perniagaan pada peringkat awal sebagai penggalak kepada kaum Melayu terbabit dalam bisnes. Sasarannya mencapai 30 peratus penyertaan Melayu dalam bidang korporat.
Ekoran itu tidak hairanlah lahir ramai korporat Melayu yang berjaya.
Bermula dari situlah Umno dilihat banyak pihak sebagai lubuk untuk mengautkan keuntungan peribadi.
Umno telah menggunakan sepenuhnya kuasa politik untuk mengembang sayap perniagaan. Seorang sarjana Edmund Rerence Gomez menulis Umno sebuah parti yang memperkayakan segelintir korporat Melayu.
Inilah kejayaan sebenar Umno. Keuntungan hanya bersifat peribadi. Bukan lagi untuk dikongsi bersama masyarakat.
Anda tentunya masih ingat pakej penyelamat yang menggunakan dana negara bagi mengurangkan bebanan ditanggung Mirzan Mahathir apabila Konsortium Perkapalan miliknya ranap.
Sebanyak RM2 bilion dikatakan disuntik kerajaan ketika bapanya Tun Dr Mahathir sebagai ketua eksekutif pentadbiran Malaysia.
Laporan demi laporan menjelaskan salah urus dana kerajaan di bawah kerajaan Barisan Nasional (BN) didedahkan, namun ia berlalu begitu sahaja.
Maka apakah 13,664 pemilih berdaftar di Bagan Pinang mahu membiarkan dana milik negara terus bocor di tengah jalan. Atau hanya untuk menyelamatkan orang yang dekat dengan ketua eksekutif sahaja.
Sedangkan rakyat di Bagan Pinang dibiarkan dengan rumah yang bocor ketika hujan, ditembusi sinar matahari semasa panas. Ramai lagi rakyat di tempat lain yang rumah berdinding kayu berlumut dan beratap zink berkarat.
Ini perlu difikir serius penduduk Bagan Pinang. Usahlah mereka mengikut jejak langkah pengundi di Manek Urai yang seakan hilang pendoman ketika dihulur banyak not kelabu menjelang 14 Julai lalu.
Maruah perlu dijaga. Perjuangan sebenar penduduk di Bagan Pinang kini terpikul di bahu 11,060 pengundi awam. Tanggungjawab mereka amat besar.
Menjelang tarikh membuang undi 11 Oktober ini mereka perlu khatam sifir politik. Sama seperti menghabiskan satu juzuk al Quran ketika Ramadan sekarang.
Pakatan Rakyat tidak meletak impian tinggi kepada 4,604 lagi pengundi yang berstatus pemilih pos. Biar pun ada jaminan Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) membenarkan wakil parti bertanding masuk ke kem pada hari mengundi, namun peraturan itu hanya cantik di atas kertas.
Pengalaman petugas PAS di Dun Kok Lanas, Kelantan yang mempunyai lebih 2,000 pengundi pos seharusnya menjadi pengajaran.
ImagePetugas PAS di Dun berkenaan, Abdul Manaf Abdullah berkata, wakil calon PAS tidak dibenarkan masuk ke dalam kem atas alasan keselamatan.
"Biar pun SPR memberi peluang, namun ia tidak berlaku sebagaimana diharap," katanya di sini.
Rakannya Ibrahim Mamat yang juga bekas anggota jawatankuasa Umno Kubang Kerian berkata, banyak perkara yang mencurigakan berlaku ketika hari pengundian di dalam kem.
Beliau mendakwa beberapa anggota tentera yang bertugas di luar kem memberitahu ada pihak lain mengundi bagi pihaknya.
Image Lebih mencurigakan lagi katanya mengapa isteri anggota tentera juga dimasukkan dalam senarai daftar undi pos.
Calon PAS di Dun Kok Lanas pada pilihan raya umum lalu, Datuk Ahmad Rusli Ibrahim.
Bagan Pinang mempunyai pemilih pos ketiga terbesar di negara ini selepas Wangsa Maju dan Lumut. Berdasar kepada senario itu hanya pengundi awam mampu menyelamatkan maruah negara.
Usaha pemulihan salah urus negara tidak akan berjaya selagi akronim BN masih memiliki kuasa. Maka jalan pintas rentapkan kuasa itu. Kali ini tugas pengundi Bagan Pinang pula.

The Saya Anak Bangsa Malaysia sampan sets out to sea.

many-colours-11
The banner, adorning the inside of the perimeter wall of the RABM, was a gift from a well-wisher. Thank you, Pak Haji
The banner, adorning the inside of the perimeter wall of the RABM, was a gift from a well-wisher. Thank you, Pak Haji
Sorry, we do not have a Formula 1 racing team to boast of.
It cost just too much ( as much as RM1.4 billion a year, according to the Malaysianinsider ) and we don’t have that kind of money.
And even if we did, we’d rather spend it on the rakyat.
Like feeding the starving children of Kapit, Sarawak.
Or build more hospitals and universities throughout the country.
But we haven’t got that kind of money.
The creative genius of Ambrose. Many asked whether this would be the design on the next SABM T-shirt. What do you think?
The creative genius of Ambrose. Many asked whether this would be the design on the next SABM T-shirt. What do you think?
So we just launched a sampan called the Saya Anak Bangsa Malaysia Charter.
We can’t afford glossy brochures to display our sampan, but we can offer you a two-pager, in pdf, that details her specifications.
And a powerpoint presentation to give an idea as to where we want to take this sampan.
SAYA ANAK BANGSA MALAYSIA Launch
ABM Charter {BI}
Nothing fancy.
No frills, but she is a labour of love and we are certain that she is not only sea-worthy but that she will see us through the roughest of storms that we see ahead of us.
Built by men and women who, by God’s grace, are free from the shackles of ‘tribal think’.
Who look at each other and see, not Malay, not Chinese, not Indian, but fellow human beings, equal and free.
Who respect, embrace and celebrate our cultural differences.
And though the oarsmen were small in number, as we put our sampan out to sea yesterday, we were greatly encouraged by the many who,notwithstanding the intermittent rain, came to wish us well on this journey.
Some of the early arrivals who made it to RABM just after the early rain had eased off
Some of the early arrivals who made it to RABM just after the early rain had eased off
As the guests arrived on the outside, Meor ( left ) and Black were practising their rendition of their Saya Anak Bangsa Malaysia song on the inside
As the guests arrived on the outside, Meor ( left ) and Black were practising their rendition of their Saya Anak Bangsa Malaysia song on the inside
Artiste Rahmat manning the indie music stall
Artiste Rahmat manning the indie music stall
The SABM merchandising team manning our stall
The SABM merchandising team manning our stall
Blogger Hawkeye ( in our latest 'Racism is so yesterday'  white T-shirt ) arriving
Blogger Hawkeye ( in our latest 'Racism is so yesterday' white T-shirt ) arriving
Friends registering. In all more than 250 attended the launch
Friends registering. In all more than 250 attended the launch
The canopies could only afford cover for slightly over 100. We kicked off the launch when everyone rose to sing 'Negaraku'
The canopies could only afford cover for slightly over 100. We kicked off the launch when everyone rose to sing 'Negaraku'
The crowd under canopy No.1 just before the slideshow presentation
The crowd under canopy No.1 just before the slideshow presentation
One People, One Nation buttons on sale. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
One People, One Nation buttons on sale. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
You can literally see the rain pouring off the canopy. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
You can literally see the rain pouring off the canopy. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
Umbrellas were up to ward off the rain as the presentation was underway. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
Umbrellas were up to ward off the rain as the presentation was underway. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
Those who were able to take shelter during the presentation. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
Those who were able to take shelter during the presentation. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
Another view of the crowd. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
Another view of the crowd. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers
Danny keeping watch over our emcees, Mila and Ayu
Danny keeping watch over our emcees, Mila and Ayu
These smart ones took shelter in the house whilst the presentation was underway. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers.
These smart ones took shelter in the house whilst the presentation was underway. Photo courtesy of Pahlawan Volunteers.
The SABM core group during the PC. Photo courtesy of The Nutgraph
The SABM core group during the PC. Photo courtesy of The Nutgraph
The voter education working group, with Ally Chua, a registrar with the SPR, were on hand to register those eligible to vote
The voter education working group, with Ally Chua, a registrar with the SPR, were on hand to register those eligible to vote
We catered food for 150. There were mpre than 250, yet, no one went home hungry, I think.
We catered food for 150. There were mpre than 250, yet, no one went home hungry, I think.
See who came and bought a T-shirt?
See who came and bought a T-shirt?
Boom on the harmonica, Black and Meor guitaring and Mila on vocals gave us a beautiful rendition of the newly minted SABM song
Boom on the harmonica, Black and Meor guitaring and Mila on vocals gave us a beautiful rendition of the newly minted SABM song
Pat Lu and other guests
Pat Lu and other guests
The journey that this SABM sampan is going to take?
On 10th October, we are hosting a roundtable to share the Charter with potential smart partner NGOs and NGIs. We want to network with those who share the same aspirations as we do and to collaborate ongoing efforts to bring down divisive walls that have been put in place by those whose agenda are at odds with our ‘One People, One Nation’ mission.
Later that same month, we will be hosting a dialogue with political parties from both sides of the political divide. We want to present our ‘One People, One Nation’ initiative as an aspiration of the rakyat and invite all the political parties to work with the rakyat in making this ‘One People, One Nation’ initiative a reality. We will challenge Pakatan Rakyat and BN to walk their respective ‘Ketuanan Rakyat’ and ‘1Malaysia’ talk. Being non-partisan, yet very, very political in calling for change, we will work with all parties that share our aspiration.
Between November this year and August next year, we hope to take the SABM roadshow to Sabah and Sarawak, to Penang, Kelantan, Selangor and Johore.
The roadshows will also carry two other efforts : a voter education program and a ‘No to ISA, Yes to ATA’ initiative.
ATA?
Our Anti-ISA working group is busy drafting a proposed Anti-Terrorism Act as a replacement for the ISA, which we want repealed.
And we hope to be able to initiate our ‘Neighbourhood SABM initiatives’. More on this in a later post.
However, we have not deluded ourselves and we will not deceive you.
We do not pretend that these few oarsmen can, by themselves, undo the damage inflicted by39 years of divide and rule based on race and religion in this country.
This can only be done if every decent anak Bangsa Malaysia will join us in this journey.
Take the 250 or so who were at the launch last night.
We have your e-mail addresses and will be in touch soon.
You would have taken with you a copy of the Charter.
Study it.
Digest it.
And if it sits with all you have ever wished for this, your country, embrace it as your own mission.
Make a 100 copies of the same and give it out to family and friends. Tell them of this initiative to take our country back for the people.
Get your young relatives and friends to register as voters. Get them to understand that the power of the vote will enable us to collectively bring about the change we want through peaceful means.
Get your family and friends to lend their support to all anti-ISA initiatives. Don’t wait until one of your own loved ones is despatched to Kamunting before you act.
And when the SABM roadshow comes to a town or city close to you, make time to come and join us.
To keep you informed of what’s happening, we also launched the SABM website yesterday.
A great evening of fellowship.
And like that night at the Rumah two years ago when it was known as Blog House, when we hosted the first Anak Bangsa Malaysia fellowship on 25th August, 2007, it happened again yesterday.
God planted love, respect and tenderness at the Rumah Anak Bangsa Malaysia last night.
To the core group and the working group members of the SABM initiative, to the 250 anak Bangsa Malaysia who braved the rain last night, and to every anak Bangsa Malaysia who will join hands with us and take this message of ‘One People, One Nation’ far and wide, I dedicate the song below to each and every one of you.